Info

Liaoning Lewat Saja, Taiwan Langsung Siaga Terbangkan Jet Tempur

Taiwan bergegas menerbangkan jet tempur pada Minggu (2/6), ketika kapal induk China, Liaoning, melintasi selat sepanjang 180 km yang memisahkan kedua negara saat dalam perjalanan ke Hong Kong untuk menandai ulang tahun ke 20 kembalinya koloni Inggris ke Beijing.

Pada saat kedatangannya di Hong Kong, Liaoning dan kapal pengiringnya akan dibuka untuk publik, sebagai bagian dari upaya China menunjukkan kehebatan angkatan lautnya. Ini menjadi kunjungan pertama Liaoning ke Hong Kong.

Kapal induk China yang berpangkalan di kota Qingdao, China utara, memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan (ADIZ) pada hari Sabtu. Saat itu Liaoning sedang berlayar tepat di sebelah barat selat Taiwan pada hari Minggu siang.

Taiwan menerbangkan jet tempur dan kapal perang untuk memantau jalur Liaoning. Menurut kantor berita Xinhua, armada Liaoning terdiri dari kapal perusak rudal dan kapal selam rudal serta jet tempur J-15 dan helikopter.

Sebelumnya media Hong Kong melaporkan bahwa Liaoning akan tiba Jumat, memperingati ulang tahun ke-80 Marco Polo Bridge Incident yang memicu Perang Sino-Jepang Kedua.

Liaoning melakukan latihan pertamanya di Pasifik barat pada Desember 2016 dan melewati Okinawa dan Pulau Miyakojima. 

Saat meninggalkan Qingdao di provinsi Shandong pada 25 Juni, Liaoning membawa gugus tempur kapal perang yang terdiri destroyer Jinan dan Yinchuan serta frigate Yantai.

Antusias warga Hong Kong sangat tinggi menyambut Liaoning. Mereka rela antri sejak tengah malam untuk mendapatkan tiket.

Total 2.000 tiket gratis ludes saat dibagikan di Central Barracks, Gun Club Hill Barracks dan Shek Kong Barracks. Masyarakat diberi waktu naik ke kapal hanya pada hari Sabtu dan Minggu.

Tiket hanya diberikan kepada warga pemegang kartu identitas tetap Hong Kong, dan satu lagi jika mereka menunjukkan kopian kartu identitas orang lain. Sebanyak 1.600 tike lainnya diserahkan kepada organisasi yang disetujui.

Pembatasan juga diberikan kepada anak-anak di bawah 11 tahun, wanita hamil dan orang-orang dengan mobilitas terganggu. 

Seperti memasuki fasilitas militer, pengunjung dilarang membawa kamera. Pun tidak dibuat aturan khusus bagi media yang ingin meliput di dalam kapal.

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close