Denhanud 472 Paskhas, Sang Penjaga Langit Makassar

Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 472 Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara memiliki tugas untuk melaksanakan pertahanan udara titik, khususnya di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Detasemen ini memiliki persenjataan pertahanan jarak dekat (Short Range Air Defense/SHORAD), salah satunya adalah meriam Oerlikon Skyshield sebanyak yang dikembangkan oleh perusahaan Swiss, Oerlikon Contraves (sekarang Rheinmetall Air Defence, Jerman).

Jumlah meriam Oerlikon yang dimiliki oleh Denhanud 472 Paskhas sebanyak dua firing unit. Untuk setiap firing unit terdiri dari satu radar, satu command post dua meriam dan satu optical sight (OS).

“OS (Optical Sight) untuk penjajaran saja, penyesuaian dengan yang ada di command post. Jadi kalau tidak dapat menangkap di radar, kita akan berusaha menggunakan visual dari sini (OS). Nanti akan terkoordinasi dengan command post langsung. Biasanya, bisa jadi terhalang pohon atau kadang awan yang tebal ,” terang Mayor Pas Verial Tunruribela, Komandan Denhanud 472, kepada Mylesat, Rabu (29/3/2017).

Oerlikon Skyshield mampu dengan waktu singkat menghancurkan objek terbang rendah seperti pesawat dan rudal. Oerlikon merupakan sistem pertahanan udara titik yang dapat dimobilisasi menggunakan truk crane.

“Kalau ini adalah kendaraan yang termasuk dalam senjata Oerlikon ini. Jadi kalau untuk bergerak, senjata (meriam), command post dan radar akan naik kendaraan ini. ini ada crane-nya untuk mengangkat persenjataan radar dan command post, dinaikan ke truk,” jelas Verial.

Selain meriam Oerlikon, Detasemen Pertahanan Udara juga memiliki persenjataan bersistem MANPADS (Man Portable Air Defense System), antara lain rudal QW-3 dari Cina dan rudal rudal Chiron dari Korea Selatan.

 

Teks: Fery Setiawan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: