Hanya Gladi Posko, KSAU Tutup Latma Elang Malindo ke-26

Tak terasa, 26 kali sudah TNI Angkatan Udara dan TUDM (Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) melaksanakan latihan bersama (latma) Elang Malindo. Latma Elang Malindo digelar dua tahun sekali secara bergantian di kedua negara.

Menurut KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam Latma kali ini hanya dilaksanakan gladi posko yang dalam bahasa militernya disebut Command Post Exercise (CPX). “Tahun ini hanya gladi posko, nanti tahun 2019 di Malaysia akan dilaksanakan manuver lapangan dengan masing-masing angkatan udara mengirimkan pesawatnya,” ujar Marsekal Hadi.

Penjelasan ini disampaikan KSAU kepada media saat menutup latihan bersama Elang Malindo 2017 (Malaysia-Indonesia) ke-26, Jumat ( 22/9/2017) di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Dalam penutupan latihan, KSAU didampingi Panglima Tentara Udara Malaysia Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi bin Buang.

KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto menutup Latma Elang Malindo 2017. foto: beny adrian

Marsekal Hadi Tjahjanto dalam upacara penutupan Malindo menyampaikan, bahwa dengan pertukaran pengetahuan dan pengalaman, diharapkan dapat dijadikan ujian terhadap validitas prosedur tetap yang dimiliki masing-masing Angkatan Udara.

KSAU menambahkan bahwa latihan ini perlu dilakukan analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas latihan dari berbagai aspek intelijen, komando dan pengendalian, taktik dan teknik operasi, komunikasi dan elektronika serta administrasi logistik, sehingga pada kesempatan berikutnya dapat berjalan dengan sukses.

Sementara Panglima TUDM Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi bin Buang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia khususnya kepada TNI AU yang telah bersedia dan membantu sehingga kerja sama Elang Malindo bisa terwujud.

Jenderal Affendi yang merupakan penerbang MiG-29 dan Panglima TUDM ke-18, juga menyampaikan bahwa Elang Malindo 2017 ini masih akan terus relevan, sebagai wadah jalinan kesefahaman dan kerja sama erat antara TNI AU dan TUDM.

Jenderal Affendi lahir di Kuching, Serawak pada 21 Agustus 1962. Affendi dilantik menjadi Panglima TUDM pada pada 21 Disember 2016. Ia menggantikan Jenderal Tan Sri Dato ‘Sri Roslan bin Saad.

Latihan bersama TNI AU dengan TUDM telah berlangsung sejak 1975.

Latihan ini sangat dirasakan manfaatnya antara lain pada operasi udara mengamankan wilayah kedua belah pihak dan mengamankan wilayah perbatasan di kawasan Asia Tenggara.

Maanfaat lainnya adalah adanya kesamaan pandang antara TNI AU dan TUDM dalam upaya meningkatkan kemampuan awak pesawat.

Elang Malindo ke 26 Tahun 2017 masing-masing Angkatan Udara melibatkan 30 personel. Latihan dan diskusi dilaksanakan di Lanud Adisutjipto sejak 18 hingga 22 September 2017.

“Harapannya ke depan kita memiliki persepsi yang sama, menyamakan Kodal kedua angkatan udara dengan tujuan nantinya menciptakan latihan terkoordinasi untuk mengisi kegiatan lainnya,” jelas Marsekal Hadi lagi.

Sebelum menutup latma Elang Malindo, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Panglima TUDM Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi bin Buang, memberikan Wing Penerbang Kehormatan TNI AU kepada tiga perwira TUDM di ruang VIP Lanud Adisutjipto.

KSAU memberikan ucapan selamat kepada perwira TUDM yang menerima Wing Penerbang Kehormatan TNI AU. Foto: beny adrian

Mereka yang menerima adalah Mayjen Datuk Haji Romlee bin Yahaya (Panglima Pendidikan dan Latihan), Brigjen Dato Haji Yazid bin Haji Arshad (Ketua Staf Markas Wilayah Udara 1), dan Kolonel Rozainy bin Ahmad Rapiee (Pegawai Memerintah No. 11 Skuadron).

Dengan penyematan resmi ini, ketiga perwira TUDM ini berhak mengenakan Wing Penerbang TNI AU di dada kanan pakaian dinasnya.

 

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: