Kalashnikov Oprek AK-103 Jadi Lebih Modern

Dalam upayanya untuk penetrasi pasar lebih jauh, Kalashnikov Group, anak perusahaan negara Rostec, telah memodernisasi senapan serbu AK-103 kaliber 7,62×39/M43.

Senapan yang dimodernisasi dan diberi nama AK-103M ini menerima sejumlah penambahan dan penguatan.

Mulai dari memperkuat receiver atas yang sudah menggunakan rel MIL-STD-1913 agar selaras dengan alat bidik yang terus berkembang.

Juga handguard menggunakan Picatinny rails model jam 3-, 6-, 9-, dan 12- untuk tactical grips, alat bidik laser, dan senter taktis. Sistem rel antarmuka dilengkapi dengan iron sights, sementara dudukan samping untuk alat bidik sudah tidka lagi digunakan.

AK-103M menggunakan laras 415mm, berat 4,1 kg dalam keadaan magasin kosong, dengan panjang keseluruhan antara 880mm dan 940mm.

AK-103M bisa ditembakkan dalam model semiotomatis dan otomatis, dengan kecepatan tembak  600 peluru per menit.

Untuk kekiniannya, AK-103M juga menggunakan popor lipat polymer yang bisa diatur panjang dan tingginya sesuai ukuran tubuh penggunanya.

Pelatuknya juga semakin bersahabat (ergonomic) yang menggunakan pistol grip dengan wadah internal untuk baterai.

Muzzle brake AK-74 yang digunakan AK-103 selama ini, diganti dengan flash suppressor. Batang pembersih yang selama ini tersimpan di bawah laras, juga telah dilepas.

Senapan sebru AK-103merupakan turunan dari AK-74M kaliber 7,62x39mm M43, yang serupa dengan leluhurnya AKM. Senapan ini juga masih dibuat dalam versi kompak yang diberi kode AK-104.

Korps Brimob Polri termasuk pengguna keluarga senapan ini, dengan memakai AK-101 dan AK-102 dengan kaliber lebih kecil 5,56x45mm sejak awal tahun 2000. Konflik di Aceh menjadi ladang pembuktian kesaktian AK-101/102.

AK-101 adalah versi ekspor dari varian AK-74M. Senjata didesain Izmash Machine Building Plant untuk memasuki negara pemakai standar NATO.

Beda dengan generasi AK-47, pada AK-101/102 keseluruhan bodi senjata di cat hitam. Perbedaan AK-101 dan AK-102 bisa dilihat kasat mata dari bentuk dan panjang laras.

Jika AK-101 menggunakan laras lebih panjang, sebaliknya AK-102 lebih pendek. Perbedaan lain ada pada muzzle brake, AK-102 lebih pendek namun diameternya lebih besar. Sementara muzzle brake AK-101 dilengkapi lubang pembungan gas ke kiri-kanan.

Menurut catatan, Brimob membeli 3.000 pucuk AK-101 dan 1.000 pucuk AK-102 karena harganya yang bersahabat. Saat Brimob menggelar Operasi Tinombala, kedua senapan ini terlihat masih berkeliaran di belantara Poso.

Secara bertahap Brimob khusus Korps Brimob Mabes Polri, dalam proses peralihan dari senapan serbu AK-101 dan AK-102 ke senapan SIG 516 dan MCX sejak tahun 2016.

Sayang sekali, Brimob sudah beralih ke keluarga SIG.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s