Hankam

Jika AS Kirim Kapal Perang ke Taiwan, China Ancam Serang Negara Pulau Itu

Ketegangan di antara China dan Amerika Serikat masih berpotensi perang dalam kasus Taiwan. Karena bagi China, Taiwan adalah bagian dari wilayahnya yang dinilai tidak patuh.  

Salah satu diplomat utama China memperingatkan Washington bahwa Beijing akan menyerang Taiwan jika AS mengirim kapal Angkatan Laut ke negara kepulauan tersebut, yang dianggap China sebagai provinsi yang tidak patuh.

Li Kexin, seorang menteri Kedutaan Besar China di Amerika Serikat, mengatakan dalam sebuah acara di kedutaan pada Jumat (8/12/2017), bahwa ia telah memberi tahu pejabat AS bahwa China akan mengaktifkan Undang-Undang Anti-Secession jika kapal AL AS dikirim ke Selat Taiwan.

Undang-undang tersebut, disahkan pada 2005, menyangkal kenegaraan Taiwan dan menguraikan metode Beijing untuk membuat penyatuan kedua negara China menjadi kenyataan.

RUU tersebut juga menyebutkan “tindakan tidak damai” (bahwa perang) jika China percaya bahwa semua kemungkinan penyatuan tanpa darah telah hilang.

Kata-kata yang diucapkannya dengan segera bergema dalam editorial surat kabar China, Global Times, yang dimiliki Partai Komunis China dan sering kali secara informal mengekspresikan pandangan Beijing.

“Daratan China tidak pernah melepaskan pilihan reunifikasi Taiwan secara paksa, yang jelas bagi orang-orang di Selat Taiwan,” tulis editorial tersebut.

Ucapan Li telah mengirim peringatan keras ke Taiwan. Jika Taiwan mencoba mengadakan referendum kemerdekaan atau kegiatan lainnya dalam mengupayakan kemerdekaan, PLA niscaya akan melakukan tindakan.

Secara formal, Taiwan – nama resmi Republik China – dan China masih satu negara, karena Taipei menganggap daratan sebagai provinsi yang tidak patuh seperti Beijing melihat pulau itu sebagai wilayah pemberontak.

Partai Progresif Demokratik (DPP) yang saat ini menguasai presidensi dan legislatif unikameral Taiwan adalah salah satu partai yang mendukung kemerdekaan de jure Taiwan.

Dalam upaya menegaskan kukunya di Taiwan, China telah melakukan sejumlah aksi militer. Pada Juli, kapal induk Liaoning memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taipei. Masih Juli, jet tempur Beijing terbang di wilayah udara Taiwan.

Pada September 2017, Kongres AS mengeluarkan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2018 yang mengotorisasi kerja sama angkatan laut antara militer AS dan Taiwan.

Donald Trump adalah presiden AS pertama sejak Jimmy Carter yang berbicara langsung dengan presiden Taiwan.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close