Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit, Panglima TNI Naikkan Tunjangan untuk Babinsa

Soliditas memang bukan sekadar retorika bagi TNI dan Polri. Kata yang satu ini, seperti maknanya, betul-betul menjadi perekat yang dibutuhkan untuk membuat TNI dan Polri menjadi solid, bersatu dan kuat.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam pengarahannya di hadapan prajurit TNI dan Polri, bahkan mengutip ungkapan dalam bahasa Jawa gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo’ sebagai bentuk dari soliditas TNI dan Polri.

Pengarahan disampaikan Panglima TNI dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian kepada anggota TNI dan Polri se-wilayah Kalimantan Barat di Makodam XII/Tanjungpura, Kalimantan Barat, Kamis (28/12/2017). Pengarahan dilakukan sebelum Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan mengadiri perayaan Natal nasional bersama Presiden Joko Widodo di Pontianak.

“Soliditas TNI dan Polri adalah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi,” tegas Panglima TNI.

Penegasan Panglima TNI disampaikan khususnya dalam rangka menyambut tahun politik 2018 dan 2019 yang tinggal beberapa bulan lagi. Karena itu, Hadi mengingatkan kepada seluruh prajurit untuk menjaga netralitas.

Hadi juga menekankan pentingnya peran TNI dalam menyukseskan pemilihan umum dalam bentuk kekuatan perbantuan kepada Polri. Seperti diakui Kapolri, pihaknya tentu tidak akan bisa menjalankan tugas ini sendiri tanpa bantuan TNI.

Panglima TNI memberikan pengarahan di hadapan prajurit TNI dan Polri. Foto: beny adrian

“Kita tidak bisa berharap banyak tanpa adanya soliditas, soliditas adalah kuncinya,” tekan Jenderal Tito. Hal itu ditegaskan juga oleh Panglima TNI, bahwa perbantuan TNI kepada kepada Polri sangat dibutuhkan. “Mari kita bantu supaya polisi bisa menjalankan tugas dengan,” ujar Panglima TNI.

Baik Panglima TNI maupun Kapolri, sama-sama menekankan bahwa TNI dan Polri saling membutuhkan. Jika dalam kondisi seperti Pilkada, Polri membutuhkan TNI, sebaliknya jika negara ada ancaman dari luar, maka TNI yang akan meminta bantuan Polri.

“Sebaliknya apabila ada ancamana untuk negara ini dari luar, maka nanti kita yang akan minta bantuan kepada Polri,” kata Hadi. “Tidak ada sejengkal tanah pun di negeri ini yang bisa dikuasai musuh. Hanya TNI dan Polri yang bisa menjaganya,” tutu Panglima TNI lagi.

Menurut Hadi, semuanya tidak akan bisa lancar tanpa adanya soliditas TNI dan Polri.

“Sebenarnya soliditas TNI dan Polri sudah terbangun dan terpelihara dengan baik sejak dulu dalam bentuk kerja sama. Sampai saat ini, kita tetap menjaga itu dan bila perlu ditingkatkan lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Dihadapan prajurit TNI dan Polri, Marsekal Hadi menyampaikan bahwa dirinya selaku Panglima TNI telah berkomitmen dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menunjukkan kepada masyarakat, termasuk prajurit TNI dan Polri sampai ke satuan bawah, bahwa TNI dan Polri solid dan satu.

Salah satu kunci penting terciptanya kondisi damai dan tenang selama masa Pilkada nanti, tegas Panglima TNI, adalah berperannya dengan baik petugas lapangan TNI dan Polri, yaitu Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Babinkamtibmas (Bintara Pembinanaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat).

“Khususnya kepada Babinsa, bisa menyatu dengan Babinkamtibmas Polri,” kata Panglima TNI.

Dalam kaitan itu, Panglima TNI memberikan perhatian khusus kepada Babinsa agar bisa lebih fokus dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Perhatian dimaksud Panglima TNI adalah dengan meningkatkan kesejahteraan yang layak diterima oleh para Babinsa.

“Untuk itu, saya sudah rapat dengan Asrena (Asisten Perencanaan Panglima TNI), tolong tunjangan untuk Babinsa semua dinaikkan,” tegas Hadi.

Dengan dinaikkannya tunjangan ini, Panglima TNI berharap bisa meningkatkan kinerja Babinsa sebagai ujung tombak TNI di lapangan dalam membantu Polri menciptakan kondisi aman di masyarakat.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: