Hankam

Black Hornet, UAV Mini yang Lebih Ringan Dari Sebutir Telur

Pesawat tanpa awak (UAV) mewujud dalam banyak bentuk dan varian. Salah satu yang mulai banyak digunakan adalah UAV mini dengan ukuran spidol.

Seperti Kemenhan Belanda, pada awal Mei ini menandatangani kontrak dengan Prox Dynamics dari Norwegia untuk pembelian puluhan UAV mini model helikopter Black Hornet.

UAV ini akan dioperasikan oleh Marinir dan AD Belanda.

Pihak Prox Dynamics mengatakan sudah memberikan latihan kepada personel Belanda dalam mengoperasikan Black Hornet.

Black Hornet juga digunakan oleh Jerman, Norwegia, dan Inggris yang mengoperasikannya di Afghanistan.

UAV mikro Black Hornet berukuran 10 x 2,5 cm ini memberikan kewaspadaan situasi kepada pasukan darat. Dengan ukurannya itu, Black Hornet dengan mudah dibawa operatornya.

Apalagi beratnya hanya setengah ons sudah termasuk baterai, lebih ringan dari sebutir telur ayam.

UAV ini dilengkapi kamera untuk menangkap gambar bergerak maupun diam. Operator hanya butuh 20 menit untuk belajar menerbangkan Black Hornet.

Walaupun kecil, di badannya tertanam tiga kamera. Satu melihat ke depan, lalu ke bawah, dan satu lagi ke bawah pada sudut 45 derajat.

Prox Dynamics menjual Black Hornet dalam satu kotak berisi dua helikopter. Soal kecepatan, Black Hornet mampu terbang hingga 18 km/jam.

Pada Oktober 2014, Prox Dynamics mengembangkan versi terbarunya yaitu PD-100 Black Hornet yang dibekali alat pandang malam. Lebih 3.000 Black Hornet sudah terjual hingga saat ini.

Berapa harganya? Berkisar 190.000 dolar AS.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close