Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Jadi Harapan Pertumbuhan Kota Samarinda

Salah satu bandara yang diresmikan secara berbarengan oleh Presiden Joko Widodo baru lalu, adalah Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (IATA: SRI, ICAO: WALS).

Bandara yang terletak di Kota Samarinda, Kalimantan Timur ini, diresmikan Presiden Jokowi berbarengan dengan Bandara Kertajati di Jawa Barat pada 24 Mei 2018.

Pengoperasian Bandara APT Pranoto akan meningkatkan ekonomi Samarinda. Foto: beny adrian/mylesat.com

Nama bandara ini diambil dari Gubernur Kaltim pertama, APT Pranoto.

Keberadaan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda untuk menggantikan Bandara Temindung yang sudah tidak bisa lagi dikembangkan.

“Sudah terlalu padat, lahan sempit, dikepung permukiman, tidak mungkin lagi dikembangkan,” ujar staf Bandara APT Pranoto kepada mylesat.com, Sabtu (9/6/2018).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat tiba di Bandara APT Pranoto. Foto: beny adrian/mylesat.com

Mylesat.com beruntung bisa mendarati Bandara baru ini saat mengikuti Safari Ramadhan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri JenderalTito Karnavian di Samarinda.

Dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Panglima TNI mendapat penjelasan bahwa landasan memiliki panjang 2.250 meter. “Berarti sudah bisa didarati Boeing 737, warga Samarinda akan semakin mudah bepergian keluar,” ujar Marsekal Hadi.

Dari pantauan di lapangan, terlihat bahwa pembangunan Bandara APT Pranoto belumlah sepenuhnya rampung. Buldozer masih bertengger di atas tanah merah, puing-puing bekas bangunan berserakan. Beberapa bangunan juga terlihat masih dalam tahap finishing.

Sebuah hanggar dan menara pengawas (ATC) di sisi kiri terminal. Foto: beny adrian/mylesat.com

Begitupun dengan Marka Daerah Pergerakan Pesawat Udara, belum semuanya tersedia di daerah pergerakan pesawat. Baik di landasan pacu maupun di apron. Termasuk alat bantu navigasi dan lampu di landasan pacu, belum terpasang.

Karena itu pendaratan dua pesawat C295 yang membawa rombongan Panglima TNI dari Balikpapan ke Bandara APT Pranoto di Samarinda, dilakukan secara visual.

“Makanya kemarin jangan sampai sore mendaratnya di sini,” ujar Panglima Koopsau II Marsda TNI Fadjar Prasetyo menegaskan.

Alat berat masih berada di sekitar bandara untuk menyelesaikan pekerjaan. Foto: beny adrian/mylesat.com

Bandara ini juga terletak di pinggir Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Sungai Siring. Kita harus melewati jalan berbelok-belok dan menanjak untuk mencapainya.

Menurut seorang warga Samarinda, jalan itu termasuk ramai karena merupakan akses menuju Bontang. “Pasti nanti akan tambah ramai dan macet,” ujarnya.

Memang membangun sebuah bandara tidaklah mudah. Karena begitu banyak fasilitas harus disediakan untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Bandara APT Pranoto dilihat dari terminal VIP yang berada di sisi kanan. Foto: beny adrian/mylesat.com

Baik selama pergerakan pesawat di darat maupun di udara. Pun setelah semuanya tersedia, masih butuh waktu untuk mengujinya. Termasuk menyiapkan back-up system jika terjadi kerusakan pada sistem.

Semoga Bandara APT Pranoto bisa segera beroperasi secara penuh. Sehingga akan memudahkan warga Samarinda melakukan perjalanan jauh, dan pada gilirannya akan memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Aji Pangeran Tumenggung Pranoto lahir di Tenggarong pada 14 September 1906. Ia meninggal pada usia 69 tahun di Samarinda. APT Pranoto menjabat Gubernur pertama Kaltim pada 1957-1961.

Gubernur Kaltim sangat berharap Bandara APT Pranoto segera beroperasi maksimal. Terlihat puing masih berserakan, menunggu penataan landscape. Foto: beny adrian/mylesat.com

Sebelum dinobatkan dengan gelar kerajaan, APT Pranoto lahir dengan nama Aji Addin.

Aji Addin merupakan putera ketujuh dari Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Alimuddin, dan saudara kandung dari Sultan Aji Muhammad Parikesit.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: