Pak Guru Pos, Julukan Siswa untuk Guru dari Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad

Apa jadinya jika di sebuah sekolah yang terdapat 140 murid namun hanya memiliki enam guru. Ironis, namun itulah kenyataannya di Papua.

Sampai muncul anggapan di wilayah Papua yang tentu tidak baik, kekurangan tenaga pendidik merupakan hal yang sudah biasa dan sangat sering dijumpai.

Kenyataan itu ditemui Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Pos Nafri di SDN Inpres Nafri, Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Berangkat dari kondisi itu, Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Pos Nafri berinisiatif membantu proses belajar mengajar di SDN Inpres Nafri.

Menurut Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad, kekurangan tenaga pendidik tidak bisa dianggap sebagai masalah biasa.

“Seperti apa wajah negara Republik Indonesia di masa depan, sangat bergantung kepada mereka yang saat ini sedang duduk di bangku Sekolah Dasar,” tutur Dansatgas.

Setiap harinya, beberapa personel Pos Nafri berkunjung ke SDN Inpres Nafri untuk mengisi jam-jam pelajaran yang kosong.

Mata pelajaran yang diberikan di antaranya Matematika, Kewarganegaraan sampai Wawasan Kebangsaan disesuaikan guru mata pelajaran yang tidak ada pada hari itu.

Suasana kelas saat anggota Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad menjadi guru. Foto: Kostrad

Kedekatan personel Satgas dengan para murid membuat mereka memberikan panggilan khusus untuk personel Satgas, yaitu Pak Guru Pos.

Sejak awal sebelum berangkat melaksanakan penugasan di Papua, personel telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan tentang teknik mengajar untuk tingkat SD dan SMP.

Sehingga personel Pos yang telah ditunjuk untuk mengajar, adalah orang orang yang sudah paham bagaimana cara mengajar.

Kepala Sekolah SDN Inpres Nafri, Margaretha Paelo, S.Pd mengucapkan terima kasih kepada Satgas 501 Kostrad karena telah membantu pihak sekolah mengajar murid.

Margaretha juga menuturkan bahwa kekurangan guru pengajar di sekolahnya disebabkan karena banyaknya sekolah yang juga kekurangan guru. Sehingga untuk menutupi kekurangan tersebut, satu orang guru harus mengajar di lebih dari satu sekolah.

Kepala Sekolah sangat senang melihat cara Satgas mengajar murid muridnya, karena dinilai sangat efektif mengusir kebosanan para murid dalam belajar.

Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad akan terus berupaya membantu program pemerintah dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Satgas 501 Kostrad berharap, apa yang diajarkan kepada para murid bisa bermanfaat bagi mereka. Masa Sekolah Dasar adalah waktu yang tepat untuk menanamkan pengetahuan tentang Ideologi negara dan Wawasan Kebangsaan.

Sehingga saat mereka tumbuh dewasa nanti, tidak akan lupa dengan bangsanya dan tanah tumpah darahnya, yaitu Indonesia.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: