60 Tahun T-38 Talon: Pesawat Latih Jet Supersonik Pertama Andalan AU AS

Usia 60 tahun tentu sangat bermakna ketika pesawat dimaksud masih terbang dan dipercaya menjalankan misi sesuai kemampuannya. Predikat itulah yang diterima pesawat latih jet supersonik pertama di dunia, Northrop T-38 Talon.

Tepatnya 10 April 2019, pesawat latih Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS) ini genap berusia 60 tahun dihitung dari penerbangan perdananya 10 April 1959. Pesawat prototipe ini diberi kode YT-38.

Pada 10 April 1959 di Edwards Air Force Base, Lew Nelson menerbangkan untuk pertama kali YT-38.

Prototipe ini kemudian dengan cepat diadopsi dan produksi pertama dikirim tahun 1961, untuk secara resmi beroperasi pada 17 Maret 1961. Kehadiran T-38 mengganti peran yang selama ini diisi T-37.

Ketika produksi berakhir tahun 1972, sebanyak 1.187 T-38 telah dibuat (ditambah dua prototipe N-156T).

Bertugas selama enam dekade sejak era Perang Dingin, T-38 telah secara konsisten melahirkan setidaknya 80.000 penerbangan AU AS seperti dikutip northropgrumman.com.

Dengan berbagai modernisasi, pesawat telah mempertahankan biaya operasi yang rendah, ramah perawatan dan memiliki catatan keselamatan yang prima.

T-38 merupakan salah satu pesawat supersonik teraman yang pernah dibuat. Dengan mesin ganda, T-38 mampu terbang dengan kecepatan maksimum 858 mph dan menanjak dari permukaan ke ketinggian 33.600 kaki dalam 60 detik.

Dari 1.187 pesawat yang diproduksi antara 1959 dan 1972, setengahnya masih digunakan sampai sekarang.

T38 telah digunakan selama lebih dari setengah abad, terutama oleh AU AS untuk melatih penerbang.

Selain itu, Komando Tempur Udara menggunakan pesawat ini sebagai pelatihan pendamping untuk pilot B-2, TR-1 dan F-22.

AL AS dan NASA juga menggunakan T-38 untuk uji terbang dan misi penelitian.

Menyongsong kesuksesan ini lah pada awal bulan April, Northrop Grumman merayakan ulang tahun ke-60 penerbangan perdana T-38 Talon. Acara dilaksanakan secara sederhana oleh Komando Pendidikan dan Pelatihan Udara di Randolph Air Force Base, Texas.

Mayjen Patrick Doherty selaku Komandan Angkatan Udara ke-19 menyatakan, “Pesawat ini akan selalu diingat di Angkatan Udara dan di negara kita sebagai salah satu keunggulan yang telah menghasilkan Angkatan Udara nomor satu di dunia.”

Dua minggu yang lalu, US Air Force Life Cycle Management Center memberi Northrop Grumman kontrak 22 juta dolar AS untuk pemeliharaan dan rekayasa sistem T-38 dan F-5.

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: