Operasikan 22 Alat Berat, Prajurit TNI dan Kementrian ESDM Ratakan Balaroa

0

Baru Jumat kemarin (19/10/2018) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Mayjen TNI Tri Soewandono untuk membersihkan Balaroa guna menghilangkan warga.

Perintah diberikan Marsekal Hadi saat meninjau kondisi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. Saat itu juga, Hadi meminta jajaran berkoordinasi dengan Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia) yang menjanjikan bantuan alat berat.

Gerak cepat TNI sejak hari pertama memang tidak pernah berhenti. Maka hari ini, kegiatan pembersiihan lokasi di Balaroa sudah berjalan maksimal. Pembersihan dilakukan agar masyarakat tidak trauma lagi melihat rumah-rumah hancur dan kondisi tanah tidak rata.

Komandan Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 17/AD Letkol Czi Pabeta menjelaskan kepada awak media di sela-sela pengerjaan pemerataan lokasi terdampak likuifaksi di Balaroa, Selasa (23/10/2018).

Alat berat TNI dan Kementerian ESDM membersihkan Balaroa. Foto: Puspen TNI

Letkol Czi Pabeta menyampaikan bahwa pekerjaan pembersihan dilaksanakan Yonzipur 17/AD, Yonzipur 8/SMG dan Kementrian ESDM atas perintah Panglima TNI.

“TNI bekerja sama dengan Kementerian ESDM melaksanakan clearing, agar dilihat nyaman dan layak,” katanya.

Danyon Zipur 17/AD mengatakan bahwa area yang dibersikan mencapai 84 hektar dan sudah dikerjakan selama tiga hari.

Untuk target pada hari ini sudah dikerjakan sekitar 50%. “Target kami kedepan mudah-mudahan cuaca mendukung agar empat hari lagi area ini semuanya sudah diratakan,” ucapnya.

Letkol Czi Pabeta menjelaskan bahwa ada sekitar 20% atau 8-9 hektar yang tidak bisa dimasuki oleh alat berat karena kondisi tanah labil, akan membahayakan operator dan alat berat.

Letkol Czi Pabeta menyampaikan bahwa alat berat yang dikerahkan sebanyak 22 unit, yaitu 6 buldozer dan 16 excavator.

“Saya rasa cukup untuk meratakan tempat ini dengan luas 84 hektar, tinggal kami mengefektifkan penggunaan alat berat tersebut,” ujarnya lagi.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply