Joe Biden Jagokan Jenderal (Pur) Lloyd Austin sebagai Menhan AS

0

MYLESAT.COM – Akhir November lalu, Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden menetapkan jenderal bintang empat pensiunan Angkatan Darat AS, Lloyd Austin, sebagai nominator yang berpotensi menjadi menteri pertahanan AS.

Mengutip tiga orang yang mengetahui keputusan tersebut, Politico melaporkan Senin malam bahwa Biden dilaporkan telah memilih Jenderal Austin untuk menjabat sebagai pemimpin Departemen Pertahanan AS.

Laporan itu mencatat, Biden sempat mempertimbangkan Jeh Johnson, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri keamanan dalam negeri dari 2013 hingga 2017. Namun Austin akhirnya dipilih sebagai akibat dari hubungan Johnson dengan perluasan penahanan keluarga dan deportasi, di antara kekhawatiran lainnya.

Seorang mantan pejabat pertahanan mencatat bahwa tim Biden merasa Austin sejauh ini adalah pilihan paling aman dibanding Johnson dan Michèle Flournoy, penasihat kebijakan pertahanan yang juga merupakan pesaing untuk posisi tersebut.

Rep. Bennie Thompson (D-MO), anggota Kongres Kaukus Hitam, sebelumnya mengatakan bahwa meskipun ada banyak minat untuk melihat susunan pemerintahan Biden, pada akhirnya dibutuhkan lebih banyak orang Afrika-Amerika di Kabinet.

Terlepas dari pandangan Austin sebagai pilihan “aman” di antara kandidat, dia masih menghadapi perjuangan berat menjelang konfirmasi potensinya.

Jenderal Austin dinilai tidak memenuhi syarat yang menyatakan, pejabat militer harus keluar dari angkatan bersenjata untuk jangka waktu setidaknya tujuh tahun sebelum diangkat ke posisi seperti itu.

Namun tetap ada ketidakkonsistenan. Karena anggota parlemen Kongres sebelumnya mengeluarkan pengabaian persyaratan untuk mantan Menteri Pertahanan Jim Mattis.

Hanya saja sekarang ada sentimen yang tumbuh menentang penerbitan izin tersebut. Aturan tujuh tahun telah diterapkan dalam upaya untuk memastikan kontrol sipil atas pertahanan AS.

Jenderal (Pur) Lloyd James Austin III lahir di Mobile, Alabama pada 8 Agustus 1953. Austin pernah menjabat sebagai komandan ke-12 United States Central Command (CENTCOM). Austin menjadi jenderal kulit hitam pertama yang memimpin organisasi ini. Ia pensiun pada April 2016.

Sebelum memegang CENTCOM, Austin menjabat sebagai Wakil KSAD ke-33 dari 31 Januari 2012 hingga 8 Maret 2016.

Ia juga menjadi komandan jenderal terakhir United States Forces – Iraq, Operation New Dawn, yang berakhir pada 18 Desember 2011 sebelum nenjadi Wakil KSAD.

Austin adalah alumni Akademi Militer Amerika Serikat (West Point) dengan gelar Bachelor of Science pada Juni 1975. Ia meraih gelar Master of Arts dalam pendidikan konselor dari Auburn University’s College of Education pada 1986, dan Master of Business Administration dalam bisnis manajemen dari Webster University pada 1989.

Sebagai militer, Austin lulusan Infantry Officer Basic and Advanced, US Army Command and General Staff College, dan US Army War College.

Sebagai perwira jebolan West Point, Austin memulai karier militernya di 3rd Infantry Division (Mechanized) di Jerman. Kemudian ia dipromosikan ke 82nd Airborne Division di Fort Bragg, North Carolina.

Austin sempat mengabdi di almamaternya di West Point sebagai Company Tactical Officer. Sebelum ia dipindah ke 10th Mountain Division (Light Infantry), Fort Drum, New York.

Tahun 1993, Austin kembali ke 82nd Airborne Division at Fort Bragg dan dipercaya menjadi komandan 2nd Battalion, 505th Parachute Infantry Regiment.

Pada September 2003 hingga Agustus 2005 ia dipercaya menjadi komandna jenderal 10th Mountain Division (Light Infantry). Pada 8 Desember 2006, Jenderal Austin dipromosikan menjadi letjen dan memimpin XVIII Airborne Corps, Fort Bragg, North Carolina.

Pada Februari 2008, Austin menjadi komandan tertinggi kedua di Irak, yang memimpin Multi-National Corps – Iraq (MNC-I). Sebagai komandan MNC-I, ia mengendalikan operasi yang melibatkan 152.000 pasukaan gabungan dan Koalisi di semua sektor di Irak.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply