MYLESAT.COM – Angkatan Udara Filipina resmi menggunakan enam helikopter serba guna Sikorsky/PZL S-70i Black Hawk buatan Polandia pada 10 Desember. Upacara peresmian diadakan di Haribon Hangar, Pangkalan Udara Clark di Pampanga dan dihadiri Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana.
Enam helikopter ini merupakan bagian dari 16 unit yang diperoleh Filipina dari perusahaan Polandia PZL Mielec, bagian dari industri pertahanan Amerika Lockheed Martin/ Sikorsky.
Oleh Filipina, helikopter Black Hawk ditempatkan Wing Helikopter Taktis ke-205. Saat ini Filipina sedang mempertimbangkan akuisisi gelombang kedua.
Filipina menandatangani kontrak kontrak 241 juta dolar AS untuk batch pertama 16 heli S-70i pada Maret 2019. Kesepakatan diperoleh setelah kesepakatan dengan Kanada untuk membeli Bell-412 dalam jumlah yang sama, gagal pada Februari 2018.
Meskipun Kanada telah mengirimkan delapan Bell-412 pada 2015, Ottawa kemudian mempertanyakan rencana Filipina menggunakan helikopter untuk “operasi keamanan dalam negeri”.
Lima helikopter pertama tiba di Pangkalan Udara Clark dibawa pesawat angkut Antonov An-124 pada 9 November. Sementara heli keenam dibawa menggunakan kapal laut dan tiba pada 27 November.
Sisa 10 unit Black Hawk diharapkan akan dikirim pada awal 2021.
Akuisisi helikopter S-70i Black Hawk merupakan bagian dari Program Modernisasi Horizon 2 Angkatan Bersenjata Filipina.
Helikopter S-70i baru akan meningkatkan kemampuan Filipina untuk melakukan berbagai operasi, termasuk pertempuran dan bantuan kemanusiaan serta misi tanggap bencana.
Black Hawk yang merupakan helikopter angkut sedang, mampu terbang dengan kecepatan 224mph (361k/jam) dan memiliki jangkauan 290 mil (460 km).
Sikorsky juga menawarkan paket Black Hawk bersenjata sebagai pesaing program helikopter serang Filipina, dengan Bell AH-1Z dan Boeing AH-64E Guardian yang sedang dalam proses.