MYLESAT.COM – “Berikan aku 1.000 orang tua maka akan aku cabut Semeru dari akarnya, tapi berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”. Ucapan penuh semangat itu diucapkan Presiden Soekarno puluhan tahun lalu.
Baca Juga:
- Generasi Unggul Telah Lahir, KSAU dan Panglima TNI Saksikan Wisuda Perdana SMA Pradita Dirgantara
- Indonesia Siapkan SDM Unggul Kedirgantaraan, Panglima TNI Resmikan SMA Pradita Dirgantara
Ucapan yang membakar dari Bung Karno itu seolah gambaran betapa dahsyatnya pemuda sebagai agen perubahan. Pemuda yang berpikiran positif dan berprestasi, akan menjadi harapan sebuah bangsa. Di tangan pemuda pula perubahan bisa terjadi. Karena imajinasi yang kuat, kreasi dan inovasi senantiasa melekat pada generasi muda.
Sebagai bentuk perhatiannya kepada generasi muda dan dunia pendidikan itulah, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo tak melewatkan kesempatan bertemu dengan salah satu lulusan terbaik SMA Pradita Dirgantara yang berasal dari Pekanbaru.
Pertemuan berlangsung di ruang VIP Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (24/6/2021), saat KSAU melakukan kunjungan kerja di Lanud Roesmin.
Lulusan terbaik ini adalah Ruben Manuel Sitorus yang diterima di Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Selain diterima di NTU, Ruben juga diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Namun Ruben memastikan dirinya memilih NTU di Singapura. Saat bertemu KSAU, Ruben yang merupakan alumni SMP 4 Pekanbaru itu didampingi kedua orang tuanya.
Ruben menjadi satu di antara 149 lulusan angkatan pertama SMA Pradita Dirgantara yang telah diwisuda di Auditorium SMA Pradita Dirgantara di Boyolali, Jawa Tengah pada 4 Mei 2021.
Beberapa di antaranya telah diterima di sejumlah perguruan tinggi terkemuka, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Wisuda dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI DR (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P beserta Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P.
SMA Pradita Dirgantara dikelola oleh Yasarini (Yayasan Ardhya Garini) TNI AU.

Silaturahim KSAU dengan keluarga Ruben Manuel Sitorus. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Saat wisuda itu diumumkan bahwa 9 lulusan SMA Pradita Dirgantara diterima di sejumlah perguruan tinggi dalam dal luar negeri. Mereka adalah:
- Adristi Mashendra, diterima di IPB
- Fathiya Syauqiya, diterima di Universitas Indonesia
- Putri Atika Suri, diterima di Universitas Indonesia
- Syifa Salsabila, diterima di Universitas Indonesia
- Ardi Syahda Ahmad Hakim diterima di NTU, Singapura
- M. Fawwaz Ghazy Hafizh diterima di University of Chicago
- Ainun azizah Tasmira Salwa, diterima di Monash University Australia
- Farhanah Muhammad, diterima di Northen Colorado University dan University of Oregon
- Ruben Manuel Sitorus, diterima di NTU, Singapura
Marsekal Fadjar memberikan wejangan kepada Ruben sebelum melanjutkan pendidikan di luar negeri.
“Semangat ya, jangan cengeng, harus kuat karena pendidikan di luar negeri cukup berat apalagi jauh dari keluarga,” ujar Fadjar. Kepada orang tuanya, KSAU juga meminta untuk terus memberikan dukungan kepada putranya.
“Ibu juga jangan sering-sering nengok Ruben, beri kepercayaan supaya anaknya mandiri,” tutur KSAU memberi saran.
Dalam pertemuan itu orang tua Ruben mengakui bahwa tidak mudah untuk diterima di SMA Pradita Dirgantara. Iklim yang sangat kompetitif harus dilalui putranya saat mengikuti tahap seleksi.
Ia mengaku sangat bersyukur karena anaknya diterima di salah satu sekolah menengah terbaik di tanah air.
Beberapa waktu yang lalu, SMA Pradita Dirgantara juga mengumumkan bahwa 116 alumni angkatan pertama dinyatakan lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021. Mereka diterima di 25 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
Terdapat 116 alumni SMA Pradita Dirgantara yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, atau 82,26 persen dari 141 alumni yang mengikuti tes melalui jalur SBMPTN, seperti rilis yang dikeluarkan Dispenau.
Mereka diterima di kampus negeri di antaranya Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Institut Pertanian Bogor (IPB) hingga Universitas Indonesia (UI).