MYLESAT.COM – Sejumlah media melaporkan bahwa penembak jitu alias sniper Ukraina berhasil menewaskan seorang jenderal Rusia. Pasukan pertahanan Ukraina membunuh seorang perwira tinggi Rusia awal pekan ini ketika “operasi militer” Rusia berlanjut, beberapa pejabat dan media melaporkan.
“Salah satu jenderal top Rusia dilaporkan tewas minggu ini oleh penembak jitu Ukraina,” tulis gazette.com dalam laporannya pada 3 Maret 2022.
Sementara dailymail.co.uk menuliskan bahwa seorang jenderal Rusia tewas di tengah pertempuran sengit di Ukraina yang merupakan pukulan besar bagi invasi Rusia. Berita yang sama diangkat oleh thedefensepost.com, marca.com, wionews.com, dan banyak lagi.
Jenderal Rusia yang tewas dalam pertempuran ini diidentifikasi sebagai Mayjen Andrey Aleksandrovich Sukhovetsky. Dia disebutkan sebagai wakil komandan Tentara Gabungan ke-41 Distrik Militer Pusat Rusia, yang tewas pada 1 Maret 2022 saat pasukan Ukraina menahan serangan Rusia.
Wikipedia menuliskan kematiannya di Mariupol yang berada di tenggara Ukraina.
Menurut Daily Mail, laporan tersebut menyampaikan tentang sumber militer yang mengatakan bahwa Sukhovetsky ditembak “oleh penembak jitu” atau disebut juga sniper Ukraina. Militer Rusia tidak mengonfirmasi kejadian ini. Namun Sergei Chipilyov dari Union Airborne Forces Union of Russian Paratroopers menyampaikan ekspresinya di media sosial.
“Dengan rasa sakit yang luar biasa, kami menerima berita tragis tentang kematian teman kami, Mayor Jenderal Andrey Aleksandrovich Sukhovetsky di Ukraina selama operasi khusus,” kata postingnya dan dikutip Newsweek.
Kementerian Pertahanan Rusia belum mengeluarkan pernyataan terkait insiden ini. Namun Presiden Vladimir Putin mengungkapkan dalam pidatonya baru-baru ini bahwa seorang jenderalnya telah gugur selama invasi.
Mayjen Andrey Aleksandrovich Sukhovetsky berusia 47 tahun. Ia lahir pada 27 Juni 1974, dan lulus dari Ryazan Guards Higher Airborne Command School pada 1995. Tugas pertamanya sebagai komandan peleton.
Disebutkan bahwa ia adalah seorang perwira militer yang sangat terhormat dan memimpin 7th Airborne Assault Division selama tiga tahun. Dia termasuk di antara tentara yang dikerahkan selama perang Chechnya, di Abkhazia, dan intervensi di Suriah.
Sukhovetsky dua kali berpartisipasi dalam Victory Parade di Lapangan Merah Moskow, dan dianugerahi dua Order of Courage, Order of Military Merit, dan Medal of Courage.
Dia juga menerima pujian atas partisipasinya dalam pencaplokan Krimea oleh Rusia.
Kematiannya dianggap sebagai pukulan besar bagi Rusia. Sebagian melihatnya sebagai tanda bahwa invasi tidak berjalan sesuai rencana.
Pada Rabu, Rusia mengumumkan bahwa hampir 500 tentaranya telah tewas ketika negara itu terus menyerang fasilitas militer dan gedung pemerintah di Ukraina. Juga diungkapkan bahwa 1.597 tentara Rusia telah terluka sejak awal invasi.
Meskipun belum diverifikasi, kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa 2.870 tentara Ukraina dan nasionalis telah tewas dan 3.700 terluka selama operasi militer.
Ukraina belum mengomentari laporan korban pertama Rusia. Namun, kementerian kesehatannya mengatakan pada hari Minggu bahwa setidaknya 352 warga sipil, termasuk 14 anak-anak telah tewas.
Menurut dailymail.co.uk, total sudah tiga komandan pasukan Rusia gugur selama invasi ke Ukraina.