Buka Seminar Air Power, KSAU: TNI AU Perlu Bangun Kekuatan Udara Berbasis Integrasi Data & Konektivitas

0

MYLESAT.COM –  Bahkan kini, kita tidak lagi bisa untuk tidak menghiraukan space power sebagai salah satu bentuk kekuatan udara yang diimplementasikan di domain antariksa. Air power telah tampil sebagai kekuatan yang memiliki hubungan sangat erat dan tidak terpisahkan dengan teknologi.

Pemikiran itu disampaikan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai keynote speaker pada seminar internasional Air Power dalam rangka HUT ke-76 TNI AU di Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menjadi keynote speaker Seminar Air Power HUT ke-76 TNI AU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Seminar mengangkat tema “Pembangunan Kekuatan Udara Nasional Untuk Menghadapi Ancaman Perang Generasi kelima”.

Air power telah tumbuh dan berkembang begitu pesat melampaui apa yang diimpikan oleh Wright Bersaudara, saat penerbangan perdana Wright Flyer pada 7 Desember 1903 di Kitty Hawk, North Carolina, Amerika Serikat.

Berawal dari pesawat kayu berbalut kain hingga menjadi pesawat modern berteknologi mutakhir, dengan kemampuan yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan plakat TNI AU kepada salah satu pembicara Seminar Air Power HUT ke-76 TNI AU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Saat ini, adalah keniscayaan tanpa kekuatan udara sebagai pembuka perang modern. Minggu pertama pertempuran yang menentukan akan sangat dipengaruhi oleh kekuatan udara sebuah negara.

KSAU menegaskan, menyikapi karakteristik perang masa depan yang bersifat pertempuran teknologi (perang generasi kelima), TNI AU harus melakukan transformasi digital, dengan membangun kekuatan udara berbasis integrasi data dan koneksitas, termasuk menyiapkan talent digital.

“Karakter perang generasi kelima akan banyak bertumpu pada aksi atau ancaman non-kinetik. Dapat berupa disrupsi energi, sosial, ekonomi, hingga dis-informasi, sehingga TNI AU harus membangun kekuatan udara dengan berdayakan integrasi data dan konektivitas,” kata KSAU.

KSAU menerima buku “Dirgantara Nusantara dari penulisnya Marsda TNI Novyan Samyoga. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sebagai forum akademis, KSAU berharap seminar dapat menjadi embrio kebijakan strategis TNI AU dalam menyiapkan pembangunan kekuatan udara nasional untuk menghadapi ancaman pada era perang generasi kelima.

Lebih dari itu, Kasau juga berharap seluruh peserta dan komponen bangsa dapat mengambil wawasan berharga serta membuka cakrawaka pandang dalam upaya bersama nembangun kekuatan udara nasional.

KSAU mengajak peserta seminar proaktif dalam memanfaatkan wadah akademis ini, sehingga memperkaya pengetahuan dan perspektif khususnya bagi sumber daya manusia TNI AU sebagai kunci utama dalam mewujudkan Angkatan Udara yang disegani di kawasan.

KSAU meninjau stand pameran yang diikuti Boeing, sebagai produsen jet tempur F-15EX Eagle . Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Berangkat dari hal tersebut, secara khusus saya meminta agar seminar mengangkat “Peperangan Generasi Kelima” sebagai salah satu langkah antisipatif TNI Angkatan Udara dalam menyiapkan kekuatan udara yang relevan dengan tantangan masa depan,” ungkap KSAU.

dijelaskan KSAU, peperangan masa depan akan turut menggunakan serangan siber atau cyber attack yang
memanfaatkan teknologi terbaru seperti artificial intelligence dan autonomous systems.

Secara lebih dalam, elemen-elemen peperangan ini meliputi Network-centric thinking, Combat cloud constructs, Multi-domain battle serta Fusion warfare. Semua ini akan menjadi kapabilitas atau atribut baru dalam kompetisi keunggulan militer.

Oleh karena itu, TNI Angkatan Udara harus menyikapi tantangan masa depan tersebut dengan membangun kekuatan udara yang mampu mendayagunakan integrasi data dan konektivitas.

Wakil KSAU Marsdya TNI Gustaf Brugman mendapat penjelasan radio lapangan yang berkemampuan ground to air. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Para pembicara dalam seminar sehari ini adalah Andi Widjayanto (Gubernur Lemhannas), Marsda TNI Samsul Rizal (Pangkoopsud III), Group Captain Jason Baldock (Director of Air And Space Power Centre Australia), Dr. Alban Sciascia (Direktur Semar Sentinel Pte Ltd, Perancis), Letjen (Ret) Steven M.Shepro (Vice President Bussiness and Fighther, Mobility and Surveillance and Panthom Works Fixed Wing (USA), dan Curie Maharani, Ph. D. (Universitas Binus).

Seminar diikuti secara offline oleh 200 peserta dan seribu orang secara online dari pejabat Kementerian dan Lembaga non Kementerian, pejabat Kemhan RI, Mabes TNI, Mabes TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Rektor Perguruan Tinggi, pimpinan BUMN, Komponen Cadangan, para Direktur Utama Industri Pertahanan Dalam Negeri, para Atase Pertahanan dan Atase Udara, para Pakar dan pengamat militer kedirgantaraan dalam dan luar negeri serta media massa.

Peserta pameran lainnya adalah dari Rheinmetall, produsen Oerlikon Skyshield kaliber 35mm. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Seminar internasional Air Power ini diramaikan pameran industri persenjataan. Terlihat beberapa pabrikan raksasa hadir seperti Boeing, Airbus, Thales, Rheinmetall, dan PTDI sebagai tuan rumah. Termasuk peluncuran buku “Dirgantara Nusantara” yang ditulis Marsda TNI Novyan Samyoga.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply