MYLESAT.COM – Di tengah perang yang masih berkecamuk, Angkatan Bersenjata Ukraina dilaporkan akan menerima lebih banyak sistem senjata penangkal lapis baja (anti-armor) dari Jerman.
Pada 29 Maret, defence-blog mengutip dari Milirarnyi melaporkan bahwa Angkatan Darat Ukraina akan segera menerima senjata peluncur bahu (panggul) Wirkmittel RGW90 Jerman, yang juga dikenal sebagai MATADOR (Man-portable Anti-Tank, Anti-DOoR).
Kementerian Ekonomi Jerman menyetujui permintaan ekspor ke Ukraina pada 18 Maret. Senjata ini telah meninggalkan gudang Dynamit Nobel Defense GmbH, menurut sebuah laporan.
Rudal panggul MATADOR menggunakan hulu ledak 90mm, yang dapat dioperasikan dari jarak sangat pendek 20 meter hingga dua kali lipat jangkauan efektif tempur saat ini dari senjata yang sebanding, yaitu mencapai 1.200 meter.
Proyektil MATADOR diklaim tidak sensitif terhadap terpaan angin karena sistem propulsinya, yang menghasilkan sistem senjata yang sangat akurat.
Dynamit Nobel Defense mengatakan, keluarga MATADOR adalah perangkat utama prajurit infanteri untuk menang di medan perang yang kompleks.
Seperti dicatat pihak pabrikan, ini adalah kotak peralatan lengkap dari sistem senjata infanteri yang diluncurkan dari bahu yang sangat unggul.
Sebelumnya pada 3 Maret 2022, dw.com melaporkan bahwa pemerintah Jerman telah menyetujui pengiriman 2.700 sistem rudal panggul era Soviet 9K32 Strela-2 ke Ukraina.
Senjata akan dikeluarkan dari depo yang pernah dikuasai Jerman Timur dan Soviet, namun sekarang dikuasai Jerman sejak jatuhnya Tembok Berlin pada 1989.
Selama akhir pekan, pemerintah Jerman memutuskan untuk memasok Ukraina dengan 500 rudal panggul FIM-92 Stinger buatan Amerika Serikat dan 1.000 senjata anti-tank. Stinger pernah menjadi momok bagi pasukan Soviet saat menghadapi pejuang Taliban di dalam perang Afghanistan.
Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa rudal itu “siap diangkut”, tetapi Dewan Keamanan Federal belum menyetujui langkah tersebut.