Northrop Grumman dan AU AS (USAF) membuat roadmap untuk menjaga agar 16 pesawat E-8C Joint Surveillance Target Attack Radar System (JSTARS) bisa terus beroperasi hingga 2030, dan mendukung peralihan rekapitalisasi JSTARS.
Untuk itu, Northrop Grumman akan melaksanakan sejumlah upgrades pada pesawat.
Bryan Lima, direktur program Northrop Grumman untuk command, control, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C2ISR), mengatakan pada akhir Agustus, bahwa perusahaannya akan mengganti atau upgrade komputer induk (central computers) yang saat ini terpasang di E-8C.
Sistem komputer akan ditingkatkan lebih mutakhir ke generasi kelima.
Ditambahkan Lima, USAF sudah mengajukan permintaan kepada Northrop Grumman untuk menambahkan kemampuan baru agar mereka mampu mendeteksi target di benda yang kecil.
Northrop Grumman juga akan memperbaiki kemampuan radar dalam mendeteksi ancaman yang muncul.
Northrop Grumman juag berencana meningkatkan kemampuan sistem avionik untuk mendukung misi E-8C sebagai pengarah lalu lintas di udara dalam operasi militer.
Bersamaan dengan dibentuknya roadmap E-8C, Lima mengatakan bahwa Northrop Grumman terus berinvestasi dalam teknologi komando dan kendali manajemen tempur (BMC2) yang dapat dibawa JSTARS saat ini dan pesawat pengganti JSTARS di masa depan.
Dua pesawat E-8A yang masih dalam pengembangan, dikirim tahun 1991 untuk berpartisipas dalam Operasi Desert Storm di bawah arahan Albert J. Verderosa.
Saat itu tugasnya menjejak pasukan Irak yang terus bergerak, termasuk tank dan rudal Scud.
Hebatnya, pesawat diterbangkan dalam 49 sorti tempur, dengan akumulasi lebihdari 500 combat hours dan 100 persen misi berjalan efektif.
Teks: beny adrian