MYLESAT.COM – Bertepatan Hari Kartini 21 April 2022, Ketua Umum PIA Ardhya Garini, Ibu Inong Fadjar Prasetyo memberikan pembekalan kepada Prajurit Siswa (Prasis) Sekolah Pertama Bintara (Semaba) Prajurit Karier (PK) Angkatan 48 Wanita Angkatan Udara (Wara).
Pembekalan yang berlangsung di Wisma Adisutjipto di Lanud Adisutjipto ini disampaikan Ketua Umum PIA dalam kapasitasnya sebagai Ibu Winayadhati Kanya Sena atau Ibu Asuh Wanita TNI Angkatan Udara. Peran ini memberikan tanggung jawab kepada setiap istri KSAU untuk melakukan pembinaan kepada Wanita Angkatan Udara khususnya mengenai kewanitaan.

Ibu Winayadhati Kanya Sena, Inong Fadjar Prasetyo, disambut Prasis Semaba PK A-48 Wara. Foto: Dispenau
Prasis Semaba PK A-48 Wara berjumlah 60 orang, yang terdiri dari 49 Prasis Reguler dan 11 Prasis Prestasi. Prasis jalur prestasi terdiri dari tiga orang atlet bola voli, tiga atlet taekwondo, satu atlet tenis lapangan, satu atlet paralayang, dan satu atlet voli pantai.
Keseluruhan Prasis Semaba PK A-48 Wara ini sudah menempuh pendidikan dasar kemiliteran di Skadron Pendidikan (Skadik) 105 Kaliurang selama hampir lima bulan.
Pada 23 Maret 2022, Prasis menjalani upacara tradisi kenaikan pangkat dari Pendidikan Dasar Prajurit (Diksarjurit) ke Pendidikan Dasar Golongan Bintara (Diksargolba) Prasis Semaba PK Wara TNI AU A-48 TA 2021 di Lapangan Upacara Skadik 105.

Ibu Inong Fadjar Prasetyo menerima hand bouquet dari perwakilan Prasis Semaba PK A-48 Wara. Foto: beny adrian/ mylesat.com
“Mereka akan segera menyelesaikan pendidikan militer dan menjadi bagian dari Wanita Angkatan Udara,” ujar Komandan Skadik 105 Lanud Adisutjipto Letkol Kes Lusia Tri Lestari.
Salah satu poin penting dan mendapat penekanan kuat Ibu Inong dalam pembekalannya, adalah perihal penggunaan smartphone untuk berselancar di sosial media.
“Hati-hati posting sesuatu, banyak sekali yang tergelincir. Karier sudah bagus tapi karena salah update status maka semua jadi hancur,” ungkap Inong.
Sebaliknya Inong mengajak Prasis Wara agar menggunakan sosial media justru untuk mengangkat kiprah organisasi yaitu TNI AU.

Prasis Semaba PK A-48 Wara mendengarkan pembekalan dari Ibu Inong Fadjar Prasetyo. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Kalaupun harus posting hal yang lain, Inong mengharapkan Prasis untuk selektif dalam memilih materi. “Sebaiknya yang bermanfaat bagi sesama atau prestasi kalian seperti para atlet yang membanggakan ini, sehingga akan memotivasi orang lain,” kata Inong.
Sebagai Ibu Winayadhati Kanya Sena, Inong juga berpesan kepada para Prasis untuk terus membangun hubungan sosial yang kondusif dengan sesama teman seangkatan atau dengan orang lain.
“Hubungan yang baik akan terus terbawa sampai masa tugas kalian dan kapanpun juga. Biasanya orang sukses memiliki hubungan pertemanan atau silaturahim yang sangat baik,” urai Inong memberikan contoh.
Selain itu, secara umum Ibu Inong juga mengulang kembali bahwa Wara di TNI AU bukan merupakan korps sendiri seperti Wanita TNI di matra lain. Namun melebur ke dalam korps-korps yang ada di TNI AU bersama prajurit pria lainnya.

Ibu Inong Fadjar Prasetyo memberikan pembekalan kepada Prasis Wara. Foto: Dispenau
Saat ini anggota Wara tidak lagi bertugas terbatas hanya di lingkungan staf semata. Wara telah dilibatkan dalam tugas dan operasi militer, bahkan hingga misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
Di satuan operasional TNI AU, Wara juga mulai berkarier sebagai penerbang, teknisi pesawat dan persenjataan, penerjun, polisi militer, pembekalan, intelijen, dan sebagainya.
Namun demikian, kesetaraan gender dipahami masih akan membebani anggota Wara karena dihadapkan dengan porsi dan beban penugasan yang relatif sama dengan prajurit pria.
Untuk itu, Ibu Inong menyampaikan bahwa TNI dan TNI AU khususnya tetap memegang teguh batas-batas kodrat wanita dengan memberikan hak-hak khusus kepada seperti cuti haid dan cuti hamil.

Ibu Inong Fadjar Prasetyo memmberikan cinderamata kepada Komandan Skadik 105 Letkol Kes Lusia Tri Lestari. Foto: Dispenau
“Kepada Wara muslim pun dipersilakan mengenakan hijab ketika nantinya sudah mulai berdinas,” kata Inong.
Namun Inong mengingatkan agar hak-hak tersebut tidak dijadikan tumpuan dalam berdinas. Sehingga setiap anggota Wara tetap menjadi prajurit kesatria dan pantang menyerah serta tidak meminta untuk diberi keistimewaan sebagai wanita. Untuk pembinaan Wara dalam hal kedinasan, dilakukan oleh Binwara.
Satu hal yang sejak awal disadari dari seorang anggota Wara adalah, bahwa mereka akan menjadi minoritas di sebuah lingkungan kerja yang penuh dengan maskulinitas.
Belum lagi pada saatnya kelak, mereka akan menjadi istri, ibu, anggota masyarakat selain prajurit TNI AU. Peran berlipat ganda akan dimainkan oleh seorang Wara.

Salah seorang Prasis Semaba PK A-48 Wara mengajukan pertanyaan kepada Ibu Inong Fadjar Prasetyo. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Dia akhir pembekalannya, Ibu Inong Fadjar Prasetyo berpesan kepada seluruh Prasis Semaba PK A-48 Wara untuk selalu membentengi diri dengan iman dan takwa.
Inong juga mengharapkan para Prasis menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan yang menjadi keniscayaan saat ini, yaitu memiliki kemampuan literasi yang baik.
“Dengan literasi yang baik ditambah penguasaan bahasa asing, akan menjadi bekal yang sangat berguna untuk mengakuisisi hard skill dan soft skill yang relevan dengan tantangan tugas TNI AU di masa kini dan di masa yang akan datang,” tutur Inong.

Prasis Semaba PK A-48 Wara memberikan hormat kepada Ibu Winayadhati Kanya Sena, Inong Fadjar Prasetyo. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Dua poin terakhir yang digarisbawahi Inong adalah untuk tetap menjunjung tinggi etika diri dan menjadi long life learners. “Pembelajaran tidak pernah berhenti, terus gali potensi yang kalian miliki dimana pun dan kapan pun,” tekan Inong.
Dalam waktu dekat, Prasis Semaba PK A-48 Wara TNI AU ini akan segera dilantik menjadi prajurit TNI AU. Mereka akan menyadang pangkat sersan dua.