Di Aceh, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo Ziarah ke Makam Sersan Mayor Udara Maimun Saleh

0

MYLESAT.COM – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Ucapan presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno itu diresapi betul oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh. KSAU pun melaksanakan ziarah ke makam Sersan Mayor Udara Maimun Saleh di Desa Aneuk Galong, Aceh, Kamis (20/10/2022).

Ziarah KSAU ini tentu harus dimaknai sebagai bentuk sikap hormat generasi penerus dalam meneladani semangat dan nilai kepahlawanan dengan menjadikan pahlawan sebagai panutan.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo disambut kerabat almarhum Sersan Mayor Udara Maimun Saleh. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Kedatangan KSAU dan rombongan disambut keluarga besar almarhum Mimun Saleh. Pihak keluarga menyampaikan rasa hormatnya atas kunjungan KSAU.

Usai ramah tamah sejenak dengan pihak keluarga, KSAU kemudian melakukan tabur bunga di makam Maimun Saleh dan makam keluarga lainnya di pemakaman keluarga tersebut.

KSAU menaburkan bunga di semua makam yang ada di pemakaman keluarga ini. Usai melaksanakan tabur bunga, KSAU memberikan tali asih kepada keluarga Maimun Saleh.

Maimun Saleh adalah putra Aceh pertama yang menjadi penerbang TNI AU. Ia lahir di Aneuk Galong, Sibreh, Aceh Besar pada 14 Mei 1929. Maimun Saleh menempuh pendidikan di Sekolah Taman Siswa dan Sekolah Menengah Islam di Koetaradja (Banda Aceh).

Tidak banyak catatan sejarah yang bisa diungkap tentang tokoh Aceh ini. Namun ia diketahui menjadi siswa penerbangan pada Agustus 1949. Kemudian dipindahkan ke Sekolah Penerbang di Kalijati pada 1950.

Jika melihat catatan sejarahnya, Maimun Saleh menjadi perwira penerbang AURI yang sezaman dengan alumni Angkatan II India (1947-50), TALOA (1950-52), Angkatan III SPL Husein Sastranegara (1951-52).

Dalam sebuah catatan disebutkan bahwa tepatnya 1 Februari 1951, Maimun Saleh berhasil memperoleh ijazah penerbang Kelas III. Putra Aneuk Galong ini bergabung dengan Skadron IV (Intai) di Lanud Semplak (sekarang lanud Atang Sendjaja) di Bogor.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melaksanakan foto bersama dengan keluarga besar Sersan Mayor Udara Maimun Saleh. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sersan Mayor Udara Maimun Saleh gugur dalam sebuah misi penerbangan menggunakan light aircraft Auster buatan Auster Aircraft Limited dari Inggris.

Pesawat ringan dengan dua tempat duduk ini memang banyak difungsikan sebagai light observation aircraft. Dalam sebuah misi pada hari Jumat, 1 Agutus 1952 di daerah Semplak, Bogor, pesawat Auster yang diterbangkannya jatuh di Pangkalan Udara Semplak (Bogor).

Dalam kecelakaan tersebut, Maimun Saleh yang masih berusia 25 tahun dinyatakan gugur pada saat kejadian. Peristiwa yang sangat menyedihkan itu terjadi saat latihan rutin di atas Komando Pangkalan Udara Semplak.

Esoknya harinya, Maimun Saleh yang belum cukup dua tahun berdinas sebagai penerbang sejak wingday, jenazahnya diangkut dengan pesawat khusus dari Lanud halim Perdanakusuma ke Kotaradja, Aceh tempat almarhum dilahirkan.

Untuk mengabdikan perjuangan almarhum, nama Maimun Saleh diabadikan untuk lapangan terbang militer Lhoknga dan Detasemen AURI Koetaradja (Banda Aceh) pada 9 April 1954 oleh Angkatan Udara Republik Indonesia.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meninggalkan komplek makam Sersan Mayor Udara Maimun Saleh. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor: Skep/06/I/1986 namanya diabadikan menjadi nama pengganti Lanud Sabang menjadi Pangkalan TNI AU Maimun Saleh.

Makam Sersan Mayor Udara Maimun Saleh direnovasi pada tahun 2001. KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo menandatangani Prasasti Renovasi Makam Sersan Mayor Udara Maimun Saleh di Mabesau pada 29 Agustus 2022.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply