MYLESAT.COM – Sersan Mayor Udara Maimun Saleh yang dimakamkan di Desa Aneuk Galong, Aceh, merupakan salah satu penerbang generasi awal TNI AU setelah era Adistujipto, Iswahjudi dan kawan-kawan. KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan penghormatan khusus untuk penerbang TNI AU pertama dari Tanah Rencong ini.
Baca Juga:

Sersan Mayor Udara Maimun Saleh.
Generasi penerbang TNI AU angkatan pertama bisa dikelompokkan berdasarkan periodenya. Dimulai dari Angkatan I 1945-1946, Angkatan II (India) 1947-1950, Angkatan TALOA 1950-1952, Angkatan III (SPL Husein Sastranegara I) 1951-1952, Angkatan IV (SPL Husein II) 1952-1953, Angkatan V (SPL Husein III) 1953-1954, Angkatan VI (SPL Kalijati I) 1954-1955, Angkatan VII (SPL Kalijati II) 1955-1957, Angkatan VIII (SPL Kalijati II) 1956-1958, dan Angkatan IX (SPL Wing Pendidikan 001) 1957-1959.
Khususnya generasi Angkatan I, berjumlah 29 penerbang. Mereka adalah:
- Iswahjudi
- Imam Suwongso Wirjo Saputro
- H. Sujono
- Abdulrahman Saleh
- Wim Prajitno
- Husein Sastranegara
- Suharnoko Harbani
- Sutardjo Sigit
- Bambang Sapto Adji
- Sulistyo HS
- Tukijo
- Murtidjo Tjokrohamiprodjo
- R.I. Mantiri
- Santoso
- Sunarjo
- A. Fatah
- R. Gunadi
- Gusti Endeng
- Suprapto
- Makmur Suhodo
- Sugoro Sastrodimedjo
- Sudarjono
- Mulyono
- Sunharto
- Yuliarso
- Yusran
- Abimanyu
- Wasito
- Ismail

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo tiba di Lanud Maimun Saleh, Sabang untuk melaksanakan kunjungan kerja. Foto: Prada Adam/ Dispenau
Tidak banyak catatan yang bisa diungkap tentang tokoh Aceh ini. Ia diketahui menjadi siswa penerbangan pada Agustus 1949. Disebutkan bahwa kemudian Maimun Saleh dipindahkan ke Sekolah Penerbang di Kalijati pada 1950.
Jika melihat catatan sejarahnya ini, bisa dikatakan bahwa Maimun Saleh menjadi perwira penerbang AURI yang sezaman dengan alumni Angkatan II India (1947-50), TALOA (1950-52), Angkatan III SPL Husein Sastranegara (1951-52).
Maimun Saleh berhasil memperoleh ijazah penerbang Kelas III pada 1 Februari 1951. Putra Aneuk Galong ini bergabung dengan Skadron IV (Intai) di Lanud Semplak (Lanud Atang Sendjaja) di Bogor.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan keluarga besar, melaksanakan doa bersama di makam Sersan Mayor Udara Maimun Saleh. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Untuk menghormati pahlawan TNI AU itulah, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melaksanakan ziarah ke makam Sersan Mayor Udara Maimun Saleh di Desa Aneuk Galong, Aceh pada 20 Oktober 2022. Kedatangan KSAU dalam rangka memberikan penghormatan kepada senior, sesepuh, dan pelopor TNI AU.
KSAU disambut pihak keluarga besar Maimun Saleh yang diwakili oleh M. Iqbal yang berdinas sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) Bagian Sarban (Sarana Bantuan) Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh.
Dari data yang mylesat.com kumpulkan, diketahui bahwa Sersan Mayor Udara Maimun Saleh merupakan putra dari pasangan H. Tgk. Muhammad Saleh dan Aisyah.
Pasangan H. Tgk. Muhammad Saleh dan Aisyah memiliki lima anak, mereka adalah Hasballah, Maimun Saleh, Abasah, Hadisah, dan Faisal. Dari lima anak, hanya Abasah dan Faisal yang masih hidup.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo bersilaturahmi dengan keluarga besar Sersan Mayor Udara Maimun Saleh. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Saat gugur dalam melaksanakan misi penerbangan dan belum lengkap dua tahun berdinas di AURI, Sersan Mayor Udara Maimun Saleh meninggal dalam status belum berkeluarga.
Maimun Saleh lahir di Aneuk Galong, Sibreh, Aceh Besar pada 14 Mei 1929. Sersan Mayor Udara Maimun Saleh gugur pada hari Jumat, 1 Agutus 1952 saat pesawat Auster yang diterbangkannya jatuh di Pangkalan Udara Semplak (Bogor).