MYLESAT.COM – Minggu lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu bertemu dengan mitranya dari Amerika Serikat, Antony Blinken di Washington pada Rabu, 18 Januari 2023. Keduanya membahas penjualan senjata senilai 20 miliar dolar AS mencakup 40 jet tempur F-16 Fighting Falcon Block 70 serta peningkatan armada F-16 Turki.
Namun Departemen Luar Negeri AS belum secara resmi memberi tahu Kongres mengenai potensi kesepakatan ini. Celakanya, seorang senator kunci telah bersumpah untuk memblokir rencana itu agar tidak dilanjutkan.
Kalaupun penjualan ini disetujui Kongres, Turki masih harus menunggu cukup lama sebelum menerima jet-jet baru tersebut di tengah-tengah penumpukan produksi F-16 di Lockheed Martin.
Senator Bob Menendez, D-N.J., telah berulang kali mengatakan bahwa ia akan menggunakan posisinya sebagai ketua Komite Hubungan Luar Negeri untuk memblokir penjualan tersebut. Ia belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur.
“Saya menentang keras rencana penjualan pesawat F-16 baru oleh pemerintahan Biden kepada Turki,” kata Menendez dalam sebuah pernyataan. Apa yang menjadi alasannya?
Menurutnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terus merongrong hukum internasional, mengabaikan hak asasi manusia dan norma-norma demokrasi serta terlibat dalam perilaku yang mengkhawatirkan dan tidak stabil di Turki dan terhadap tetangga sekutu NATO-nya.
“Sampai Erdogan menghentikan ancamannya, memperbaiki catatan hak asasi manusianya di dalam negeri (termasuk membebaskan jurnalis dan oposisi politik) dan mulai bertindak sebagaimana seharusnya sekutu yang tepercaya, saya tidak akan menyetujui penjualan ini,” tegasnya.
Tetapi masih harus dilihat seberapa cepat produsen F-16 Lockheed Martin dapat membuat jet-jet tersebut untuk Turki.
Menggapi permintaan Turki ini, masih memberikan harapan. “Kami memiliki simpanan yang signifikan untuk F-16,” ungkap Erin Moseley, wakil presiden strategi dan pengembangan bisnis Lockheed Martin Aeronautics. Moseley membenarkan bahwa banyak negara menunjukkan “minat yang sangat besar” untuk membeli F-16 baru.
Ditambahkan Chief Financial Officer Lockheed Jay Malave bahwa backlog F-16 adalah 128 pesawat.
Sebagai contoh, Taiwan sedang menunggu 66 unit F-16, yang merupakan bagian sekitar 8 miliar dollar dari total keseluruhan penjualan senjata AS ke negara Asia yang sekarang melebihi 14 miliar dollar.
Malave mengatakan bahwa Lockheed Martin memperkuat produksi F-16 di Greenville, South Carolina, dengan hampir 50 karyawan, yang pindah dari bagian lain di perusahaan.
Lockheed telah membangun F-16 untuk pembeli asing di South Carolina sejak 2019, ketika perusahaan itu memindahkan jalur produksi dari Fort Worth, Texas.
F-35 untuk Yunani?
Sebaliknya Senator Bob Menendez memuji kesepakatan yang tertunda bagi Yunani untuk membeli 20 F-35A Lightning II. Yunani dan Turki terus melobi AS agar negara lain tidak menerima jet tempur di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara kedua anggota NATO tersebut.
“Kemampuan pertahanan ini tidak hanya penting bagi sekutu NATO yang tepercaya dan mitra abadi dalam upaya memajukan keamanan dan stabilitas di Mediterania Timur, tetapi juga memperkuat kemampuan kedua negara untuk mempertahankan prinsip-prinsip bersama, termasuk pertahanan kolektif, demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum,” ungkap Menendez mengenai potensi penjualan F-35 ke Yunani.
Negara bagian asal Menendez, New Jersey, memiliki populasi warga Amerika Serikat keturunan Yunani terbesar keenam di AS dan populasi warga Amerika keturunan Armenia terbesar keempat di AS, sehingga membuat Turki tidak populer di kalangan konstituennya.
Departemen Luar Negeri AS belum mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada Kongres untuk penjualan ke Yunani, yang juga ingin bergabung dengan program produksi bersama F-35.
AS mengeluarkan Turki dari program itu pada tahun 2019 karena pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Ankara. Pemerintah AS telah mengutip kekhawatiran atas radar canggih sistem itu dan kemungkinan kehadirannya di Turki dapat memungkinkan Rusia memata-matai pesawat tempur siluman F-35.
Departemen Luar Negeri AS sedang melakukan pembicaraan dengan Kongres mengenai potensi penjualan F-16. Namun juru bicara departemen, Ned Price, menolak mengungkapkan pembicaraan pribadi pemerintahan Biden dengan para anggota parlemen.
Price menunjuk pada dukungan yang sangat besar di Capitol Hill untuk Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO.
Hal yang semakin memperumit masalah ini adalah fakta bahwa pemerintah Turki telah berulang kali mengancam akan meluncurkan serangan berskala besar lainnya terhadap pasukan yang didukung AS di Suriah timur laut, menjelang pemilihan presiden Turki pada bulan Mei.
Dewan Demokratik Suriah yang didominasi Kurdi melobi pemerintahan Biden dan Kongres tahun lalu agar tidak menjual jet tempur ke Turki, dengan alasan bahwa Ankara telah menggunakan F-16 untuk menyasar infrastruktur sipil di timur laut Suriah.