Menhan Prabowo Warga Kehormatan Kopasgat, “Saya Terkesan dengan Keterampilan Kalian”

0

MYLESAT.COM – “Sekarang saya mengerti bahwa Kopasgat adalah aset pertahanan kita yang hebat. Mungkin harus ditambah karena kita akan tambah pertahanan udara kita dan pertahanan udara kita harus kita perkuat. Pertahan udara kita harus menutup seluruh wilayah kita, kalau ada pesawat musuh datang harus bisa kita hadapi.”

Menteri Pertahanan (Menhan) Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto mengakui bahwa Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat) TNI AU, adalah pasukan khusus terbaik yang dimiliki Indonesia. “Salah satu pasukan khusus terbaik kita, pasukan elite yang lahir tahun 1947, suatu pasukan yang paling tua di Indonesia. Kopasgat terkenal melaksanakan operasi lintas udara pertama di Indonesia saat perang melawan Belanda di Kotawatingin, Kalimantan,” ungkap Prabowo bangga.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memasangkan baret dan menyematkan brevet kehormatan Kopasgat kepada Menhan Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Selasa (14/03/2023), Menhan Prabowo Subianto diangkat sebagai warga kehormatan Kopasgat dalam sebuah upacara pembaretan dan penyematan brevet kehormatan Kopasgat oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Mako Kopasgat, Lanud Sulaiman, Bandung.

Kekaguman Prabowo terhadap Kopasgat tentu bukan lips service untuk menyenang-nyenangkan hati ribuan pasukan baret jingga yang hadir dalam upacara. Karena Prabowo adalah prajurit pasukan khusus.

“Saya pernah menjadi komandan pasukan khusus, Kopassus. Saya pernah membentuk pasukan antiteror pertama Indonesia. Jadi kalau saya lihat penampilan (kalian) tadi, saya harus katakan saya terkesan dengan Kopasgat. Saya bukan tipe ngolor dan untuk apa saya muji kalian kalau kalian elek-elekan. Untuk apa? Karena pemimpin dan pelatih yang memanjakan anak buah, dia sebetulnya membunuh anak buahnya. Saya terkesan dengan keterampilan kalian. Yang bicara di depan kamu ini adalah mantan komandan pasukan khusus Indonesia,” beber Prabowo saat memberikan arahannya di depan 1.700 prajurit Kopasgat yang hadir.

Foto bersama Menhan Letjen TNI (Pur) Prabowo, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dan Komandan Kopasgat Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjtamiko. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Upacara pembaretan dan penyematan brevet kehormatan Kopasgat untuk Letjen (Pur) Prabowo Subianto didahului demonstrasi keterampilan prajurit Kopasgat dalam melaksanakan operasi lintas udara dan pembebasan sandera.

Demonstrasi diawali dengan infiltrasi tim Satuan Bravo 90 dan diikuti oleh penerjunan Tim Dalpur (Pengendali Tempur). Sebanyak 13 personel Dapur diterjunkan dengan teknik HAHO dari ketinggian 10.000 kaki dari pesawat C295.

Dalpur adalah satu kemampuan unik dan khas prajurit TNI yang hanya dimiliki oleh Kopasgat. Kemampuan Dalpur sudah teruji dalam sejumlah operasi tempur yang dilaksanakan TNI sejak Operasi Seroja pada Desember 1975.

Menhan Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto mengendalikan serangan udara langsung dari pesawat EMB-314 Super Tucano. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Tim Dalpur bertugas mencari dan mengumpulkan informasi intelijen udara dan taktis di daerah sasaran. Setelah itu mereka akan menyiapkan titik pendaratan untuk operasi berikutnya. Titik pendaratan itu bisa berupa landing zone, dropping zone atau extraction zone. Kemampuan ini untuk pertama kali diserap oleh Kapten Pas Affendi yang mengikuti pendidikan di Amerika Serikat pada awal tahun 1970.

Dalam operasi militer, Dalpur akan memainkan perannya yang sangat penting dalam operasi udara. Seperti penerjunan pasukan dan logistik atau memberikan panduan tembakan udara sebagai FAC (Forward Air Control) dalam misi CAS (Close Air Support).

Dalam demonstrasi ini, prajurit Dalpur mengendalikan penerjunan Satuan Tempur Kopasgat dari enam pesawat C-130 Hercules dan CAS dari pesawat serang darat EMB-314 Super Tucano. Sementara prajurit Satbravo 90 Kopasgat melakukan operasi pembebasan sandera dilanjutkan penyelamatan penerbang di daerah operasi.

Dentuman peledak tak henti-hentinya selama berlangsungnya demonstrasi. Salah satu operasi dengan intensitas tinggi yang diperagakan adalah operasi penyelamatan penerbang di daerah operasi. Combat SAR adalah salah bentuk operasi yang sangat sulit, karena harus mengirimkan tim penyelamat ke daerah musuh. Demonstrasi dilaksanakan menggunakan helikopter EC-725 Cougar.

Penerjunan Satuan Tempur (Satpur) Kopasgat menggunakan enam pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 33. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Termasuk tembak berhadapan menggunakan peluru tajam yang dalam literatur pasukan khusus disebut sebagai Mozambique Drill atau Mozambique Style. Ini adalah close-quarters shooting technique yang mengharuskan penembak menembak dua kali ke tubuh sasaran (double tap) dan diakhiri dengan tembakan terakhir ke kepala untuk mematikan.

Demonstrasi diakhiri dengan penerjunan statik Satpur Yonko 461 dan 467 Kopasgat dari enam pesawat Hercules.

Pada saat pelaksanaan demonstrasi CAS, Menhan Prabowo Subianto diberi kesempatan mengendalikan penembakan melalui komunikasi dengan penerbang Super Tucano.

“Saya lihat payung-payung mengembang dan semua mendarat dengan selamat, mungkin ada yang keseleo tapi tidak mau melaporkan, karena itulah karakter prajurit TNI. Saya katakan bahwa keterampilan kalian, exersisi tadi sangat sulit, terus terang saja tadi saya tahan napas, dag dig dug karena saya tahu exersisi ini sangat berat,” aku Prabowo.

Menhan Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto langsung mencatat bagian-bagian yang menurutnya perlu perhatian segera saat mendengarkan penjelasan Kolonel Pas Dicky Lukman . Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sebagai mantan pasukan khusus, Prabowo mengakui bahwa semua materi yang dipertontokan prajurit Kopasgat ini adalah sebuah bentuk kemampuan yang tidak mudah namun terbina dengan baik.

“Pasukan khusus itu berat, semua pasukan elite berat, penerbang berat dan pasukan khusus berat,” kata Prabowo yang tak henti-hentinya mengungkapkan rasa kagumnya kepada Kopasgat.

“Saya pernah latihan di negara lain dan saya bisa lihat pasukan yang baik dan tidak baik dan bisa lihat pasukan yang berani dan tidak berani, hari ini saya terkesan dan hormat kepada kalian. Dari hati saya yang paling dalam, saya bangga dan hormat kepada kalian semua. Tadi saya terkesan juga, mayor jenderal mau jadi komandan upacara. Ini TNI, ing ngarso sung tulodo (pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan),” tutur Prabowo sambil memberikan hormat kepada seluruh prajurit Kopasgat.

Saat berkeliling menyaksikan pameran statik persenjataan dan perlengkapan Kopasgat, Menhan Prabowo Subianto yang didampingi Marsekal Fadjar Prasetyo serta Komandan Kopasgat Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko, mendapat penjelasan dari Pjs. Komandan Satbravo 90 Kopasgat Kolonel Pas A. Dicky Lukman.

Simulasi airlanded pesawat C-130 Hercules dengan terbang rendah di hadapan Menhan Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Beberapa kali terlihat Prabowo mencatat bagian yang menurutnya penting dan butuh perhatian. Seperti soal jenis peralatan yang tersedia dan dibutuhkan serta jumlah yang tersedia. Beberapa di antaranya, dan langsung mendapat perhatian Prabowo, karena hanya dalam jumlah hitungan jari sebelah tangan. Seperti payung terjun tempur,

“Saya sudah catat hal yang penting untuk kalian, tugas saya adalah berjuang agar saudara mendapat pelengkapan terbaik,” ungkap Prabowo.

Di akhir pengarahannya, Letjen (Pur) Prabowo Subianto menyampaikan sesuatu yang membakar semangat prajurit.

“Pada saatnya negara akan menuntut kalian, akan menuntut yang terbesar dari kalian, negara dan bangsa menuntut kemenangan dari kalian, negara menuntut kalian memberikan kemenangan untuk bangsa Indonesia. Kalian nanti jika perlu akan diminta berkorban jiwa dan ragamu untuk bangsa, dan kau tidak boleh ragu-ragu,” kata Prabowo dengan suara lantang.

Menhan Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto mengakui sangat terkesan dengan keterampilan prajurit Kopasgat. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Dalam sambutannya KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo kembali menegaskan profesionalisme TNI AU sebagai penjaga kedaulatan negara di udara.

“Peristiwa ini bersejarah untuk kami dan sangat membanggakan dan menaikan moril prajurit. Kami ingin mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bapak yang telah memberikan perhatian kepada kami yang sangat besar. Kami akan tetap loyal dan kami akan terus berlatih agar semakin profesional dan siap melaksanakan tugas dimanapun dan apapun yang diberikan oleh negara,” ucap Marsekal Fadjar.

Komando!

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply