Kadispenau Resmi Dipimpin Kolonel Pnb Ardi Syahri, Alumni AAU 96 dan Penerbang F27 Troopship

0

MYLESAT.COM – Dinas Penerangan TNI AU menggelar acara pisah sambut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) di Gedung Persada, Halim Perdanakusuma, Jakarta (18/4/2024). Marsma TNI Bambang Juniar Djatmiko yang baru sebulan menjabat, menyerahkan jabatannya kepada Kolonel Pnb Ardi Syahri, S.T., M.M., MMA karena mendapat tugas baru sebagai Komandan Pangkalan Udara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah.

Sementara bagi Kolonel Pnb Ardi Syahri yang merupakan alumni AAU 96, jabatan ini merupakan promosi untuk meraih jabatan bintang satu. Ardi yang sebelumnya menjadi Komandan Lanud Husen Sastranegara di Bandung, merupakan penerbang Fokker F27 Troopship di Skadron Udara 2, Lanud Halim Perdanakusuma.

Sementara Marsma Bambang yang merupakan alumni AAU 94, adalah penerbang helikopter dan pernah berdinas di Skadron Udara 6 dan 7.

Acara pisah sambut bersama awak media Ibukota ini merupakan kelanjutan dari Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kadispenau yang dipimpin KSAU Marsekal Tonny Harjono pada Rabu (17/4/2024).

Dalam sambutannya, Kolonel Ardi mengatakan bahwa saat ini TNI AU tengah fokus mempersiapkan peringatan puncak upacara HUT ke-78 TNI AU yang akan dilaksanakan di Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta.

Kolonel Pnb Ardi Syahri resmi menjabat sebagai Kadispenau.

Yogyakarta menjadi pilihan paling logis bagi TNI AU untuk menggelar hajatan terbesar tahunannya di luar Jakarta, karena memang di kota gudeg inilah awal mula terbentuknya TNI AU pada 9 April 1946.

Di kota inilah dideklarasikan terbentuknya AURI pada 1946, dengan KSAU pertama Komodor Suryadi Suryadarma, yang juga berkantor di Yogyakarta. Dari kota inilah kemudian disiapkan sejumlah operasi udara strategis pertama yang pernah dilaksanakan TNI AU. Yaitu pemboman kedudukan Belanda di Jawa Tengah (Ambarawa, Salatiga, Semarang) dan penerjunan pasukan payung AURI di Kotawaringin, Kalimantan Timur.

Sehingga sangat jelas pesan moral yang diusung dalam peringatan di Yogyakarta ini, seperti kembali rahim ibunya.

“Instruksi KSAU kita harus membuka komunikasi strategis dengan awak media dan media sosial untuk membuka silaturahmi guna mengekspos kegiatan TNI AU,” ujar Ardi. Kolonel Ardi menambahkan bahwa KSAU Marsekal Tonny mencetuskan program AMPUH yang sekaligus menjadi visinya sebagai KSAU ke-24.

AMPUH yang merupakan singkatan dari Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis. Slogan AMPUH dimaksudkan sebagai semboyan TNI AU guna memaksimalkan perannya sebagai matra udara di antara matra-matra lainnya di Indonesia.

“Saya lama di operasi dan dunia pendidikan, ini pengalaman pertama di bagian penerangan dan media sosial. Mudah-mudahan teman-teman bisa mengajari saya bagaimana berkomunikasi yang baik,” ucap Ardi.

Sekelumit, Kolonel Pnb Ardi Syahri menceritakan pengalaman dan perjalanan hidupnya sebagai prajurit TNI AU. Kelahiran Medan yang dikenal sangat taat dan soleh ini lahir dari orang tua yang berasal dari suku Batak (ayah) dan ibu dari Minangkabau.

“Karena budaya, saya harusnya dapat marga nasution dari ayah (patrilineal), tapi karena di Minangkabau menganut matrilineal, saya juga dapat suku chaniago dari ibu. Namun karena orang tua saya ribut rebutan, akhirnya saya tidak dapat satupun, sehingga nama saya terkesan agak kejawa-jawaan tanpa gelar suku,” ungkap Ardi tertawa.

Setelah dilantik sebagai penerbang, Ardi Syahri memulai karier di Skadron 2. Dengan pesawat F27, ia mengaku sudah berkeliling Indonesia dan bahkan sampai ke beberapa negara tetangga. Namun setelah F27 jatuh di kawasan Halim pada 2012, ia mulai mendapat penugasan di bidang lain.

Fokker F27 A-2708 jatuh di sekitar Komplek Perumahan Rajawali, Halim pada 16 Juni 2012. Pesawat jatuh saat melakukan latihan rutin sebelum jatuh pada pukul 14.45 WIB. Kecelakaan ini mengakibatkan 11 orang gugur, yaitu 7 kru pesawat dan empat penghuni rumah yang tertimpa pesawat.

Dengan grounded-nya pesawat F27, Ardi pun tidak lagi mendapat kesempatan menerbangkan Troopship. Sebaliknya ia mulai mendapat mendapat kesempatan berkarier di bidang lain yaitu pendidikan dan operasi.

Kolonel Pnb Ardi Syahri, S.T., M.M., MMA menerima tongkat kepemimpinan sebagai Komandan Wing Taruna (Danwingtar) Akademi Angkatan Udara (AAU) dari Kolonel Pnb Bambang Juniar Dajtmiko. Setelah setahun lebih menjabat, jabatan ini ia serahkan kepada teman seangkatannya Kolonel Pnb Wastum, S.E., M.M.P.

Dari AAU, Ardi menempati jabatan Paban I Binlambangja Ditlambangja Puslaiklambangjaau, sekaligus persiapan untuk mengikuti pendidikan Defence Strategic Study Canberra di Australia (setingkat Lemhanas). Setelah kembali ke tanah air, Kolonel Ardi dipercaya menjadi Komandan Lanud Hussein Sastranegara.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply