Kolaborasi Sekolah Test Pilot USAF dan DARPA: Dogfight Kecerdasan Buatan Semakin Nyata

0

MYLESAT.COM – Sekolah Pilot Uji Coba Angkatan Udara AS (USAF) dan Defense Advanced Research Projects Agency menjadi finalis untuk Robert J. Collier Trophy 2023, sebuah pengakuan resmi atas terobosan terbaru dalam industri kedirgantaraan. Kedua tim bekerja sama menguji terobosan dalam algoritma kecerdasan buatan menggunakan pesawat X-62A VISTA sebagai bagian dari program Air Combat Evolution (ACE) DARPA.

Dalam waktu kurang dari satu tahun, kedua tim beralih dari instalasi awal agen AI (Artificial Intelligence) dengan langsung ke dalam sistem X-62A, hingga mendemonstrasikan keterlibatan AI versus manusia dalam visual-range engagements atau dikenal sebagai pertempuran udara.

Secara keseluruhan, tim membuat lebih dari 100.000 baris perubahan perangkat lunak yang sangat penting untuk penerbangan di 21 penerbangan uji coba. Pertempuran udara adalah skenario sangat kompleks yang digunakan X-62A untuk berhasil membuktikan bahwa menggunakan kecerdasan buatan non-deterministik dengan aman, adalah mungkin di ruang angkasa.

William Gray, Kepala Pilot Uji Coba, Sekolah Pilot Uji Coba Angkatan Udara dan insinyur lainnya melakukan pembaruan perangkat lunak pada X-62 VISTA di Lanud Edwards pada 3 Agustus 2022. Foto: USAF

“X-62A adalah platform luar biasa, tidak hanya untuk penelitian dan memajukan uji coba, tetapi juga untuk mempersiapkan uji coba generasi berikutnya. Ketika memastikan kemampuan yang ada di depan mereka aman, efisien, efektif, dan bertanggung jawab, industri dapat melihat hasil dari apa yang telah dilakukan tim ACE X-62A sebagai pergeseran paradigma,” kata Kolonel James Valpiani, komandan Test Pilot School.

Sementara menurut Sekretaris Angkatan Udara Frank Kendall, uji coba ini adalah sebuah yang mustahil dibayangkan pada era sebelumnya.

“Potensi pertempuran udara ke udara otonom telah dibayangkan selama beberapa dekade, tetapi kenyataannya tetap menjadi mimpi yang jauh hingga sekarang. Pada 2023, X-62A mematahkan salah satu hambatan paling signifikan dalam combat aviation. Ini adalah momen transformasional, semua dimungkinkan oleh pencapaian terobosan tim ACE X-62A,” ungkap Sekretaris Angkatan Udara Frank Kendall.

Kendall akan segera terbang dengan X-62A VISTA untuk secara pribadi menyaksikan AI dalam simulasi lingkungan pertempuran selama uji coba mendatang di Edwards. “Kita harus bisa mempercayai algoritma ini untuk menggunakannya di dunia nyata,” kata Letkol Ryan Hefron, manajer program ACE untuk DARPA.

Pertempuran udara dengan Artificial Intelligence ini memasangkan X-62A VISTA dengan pesawat F-16 Fighting Falcon di langit Edwards. Keselamatan penerbangan awal dibangun terlebih dahulu dengan menggunakan manuver defensif, sebelum beralih ke keterlibatan ofensif di mana pesawat tempur berada sedekat 2.000 kaki dengan kecepatan 1.200 mil per jam.

Penggunaan otonomi berbasis pembelajaran mesin untuk pertama kalinya dalam sistem yang sangat penting dalam penerbangan akan menjadi fondasi bagi kemajuan AI kedirgantaraan di masa depan yang lebih aman dan lebih dapat diandalkan, baik dalam aplikasi komersial maupun pertahanan.

Meskipun otonomi tradisional telah dijalankan selama beberapa dekade, namun secara historis dilarang karena risiko tinggi dan kurangnya kontrol independen. X-62A diterbangkan dengan safety pilots di dalam pesawat dengan kemampuan independen untuk melepaskan diri dari AI.

Namun pilot uji coba tidak perlu mengaktifkan sakelar pengaman selama pertempuran udara di atas Edwards. Meskipun pertempuran udara merupakan skenario pengujian utama, namun itu bukanlah tujuan akhir.

General Dynamics X-62 VISTA (Variable Stability In-flight Simulator Test Aircraft) adalah pesawat eksperimental yang berasal dari F-16D Fighting Falcon. Pesawat ini dimodifikasi sebagai perusahaan patungan antara General Dynamics dan Calspan untuk digunakan oleh Angkatan Udara AS.

Awalnya bernama NF-16D, pesawat ini diubah menjadi X-62A pada 14 Juni 2021 sebagai bagian dari peningkatan ke Skyborg, dengan Sistem untuk Kontrol Otonom Simulasi (SACS).

NF-16D VISTA adalah F-16D Blok 30 yang didasarkan pada desain badan pesawat versi Angkatan Udara Israel, yang menggabungkan fairing punggung yang membentang di sepanjang badan pesawat di belakang kanopi dan roda pendarat paling kuat (heavyweight landing gear) yang berasal dari Blok 40 F-16C/D.

Roda pendaratan ini memungkinkan simulasi dengan tingkat pendaratan lebih tinggi daripada F-16 standar. X-62A tetap ada dalam kurikulum Sekolah Pilot Uji Coba Angkatan Udara sebagai pesawat latih bagi para pilot uji coba.

Terobosan dalam pembelajaran ini akan terus berlanjut karena tim dari Test Pilot School dan DARPA berupaya memajukan pelajaran yang telah dipelajari untuk program-program mendatang.

X-62A VISTA akan terus melayani berbagai pelanggan untuk penelitian, sambil memberikan pelajaran akademis utama bagi generasi pengujian berikutnya. Program ACE merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan industri swasta.

Mitra pemerintah meliputi Air Force Test Center, Air Force Research Laboratory, DARPA dan Air Force Test Pilot School. Mitra akademis termasuk Universitas Johns Hopkins dan Laboratorium Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan MIT. Mitra industri di ACE meliputi Calspan Corporation, Cubic Corporation, EpiSci, Lockheed Martin Skunk Works, dan Shield AI.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply