MYLESAT.COM – Embraer, Saab, dan Angkatan Udara Brasil (FAB) memperkenalkan pesawat tempur supersonik pertama Gripen E yang diproduksi di Brasil dalam sebuah upacara yang diselenggarakan di kompleks industri Embraer di Gavião Peixoto, Negara Bagian Sao Paulo beberapa hari yang lalu.
Di antara pejabat Brasil yang hadir dalam acara tersebut adalah Presiden Republik, Luiz Inacio Lula da Silva; Duta Besar Swedia untuk Brasil, Karin Wallensteen; Menteri Pertahanan, Jose Mucio Monteiro Filho; Komandan Angkatan Udara Brasil, Letnan Brigadir Marcelo Kanitz Damasceno; serta para eksekutif dari perusahaan yang terlibat dalam program ini, termasuk Francisco Gomes Neto, Presiden dan CEO Embraer; Bosco da Costa Junior, Presiden dan CEO Embraer Defense & Security; serta Micael Johansson, Presiden dan CEO Saab.
“Kami sangat bangga dapat mendukung Angkatan Udara Brasil dalam proyek ini dan mengembangkan, di dalam Brasil, kemampuan untuk memproduksi pesawat tempur supersonik berteknologi tinggi yang sepenuhnya mampu melaksanakan misi superioritas udara serta berkontribusi pada pertahanan kedaulatan wilayah kami. Peluncuran Gripen pertama yang diproduksi di Brasil ini merupakan tonggak penting lainnya dalam kerja sama strategis antara Brasil dan Swedia. Kami yakin kemitraan ini memberikan nilai bagi kedua negara dan memiliki potensi besar untuk membuka peluang bisnis baru,” ujar Bosco da Costa Junior, Presiden dan CEO Embraer Defense & Security.
Fasilitas industri Embraer di Gavião Peixoto memproduksi jet tempur Gripen E dengan menggunakan rantai pasok Brasil dan internasional, termasuk struktur pesawat (aerostruktur) yang diproduksi di fasilitas Saab di Sao Bernardo do Campo.
Sebanyak 14 pesawat lainnya dalam kontrak saat ini dengan Angkatan Udara Brasil akan mengikuti model produksi yang sama.
“Penyerahan Gripen pertama yang diproduksi di Brasil jauh lebih dari sekadar penyelesaian sebuah pesawat; ini melambangkan kekuatan kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan, visi jangka panjang, dan kerja sama yang nyata. Kami sangat bangga atas apa yang telah kami capai bersama mitra Brasil kami. Saab tetap berkomitmen penuh untuk memperluas dan memperdalam kehadirannya di Brasil, memperkuat industri dan teknologi negara tersebut, serta menjadikannya sebagai pusat ekspor ke dunia,” kata Micael Johansson, Presiden dan CEO Saab.
Sebelum diserahkan secara final kepada pelanggan, pesawat akan menjalani pengujian fungsi dan uji terbang produksi. Setelah tahap ini, pesawat tempur akan bergabung dengan sepuluh unit lainnya yang telah lebih dulu diserahkan kepada Grup Pertahanan Pertama (1st GDA) di Pangkalan Udara Anapolis.
Gripen E adalah pesawat tempur paling modern di dunia, yang dirancang untuk berbagai peran misi seperti pertahanan udara, pengintaian, dan serangan.
Gripen E mengintegrasikan avionik modern, sensor, persenjataan, dan sistem misi untuk meningkatkan kinerja di lingkungan yang kompleks.
Arsitektur berbasis jaringan dan kemampuan fusi sensor memungkinkan berbagi informasi dalam formasi taktis, mendukung pengambilan keputusan yang terkoordinasi serta meningkatkan kesadaran situasional dan respons terhadap ancaman.
Kontrak tahun 2014 dengan pemerintah Brasil mencakup pengembangan dan produksi 36 pesawat tempur Gripen. Terdiri dari 28 unit satu kursi Gripen E dan 8 unit dua kursi Gripen F. Pengiriman dimulai pada tahun 2020 dan hingga saat ini 10 pesawat telah diserahkan.
Sejak Februari, pesawat ini telah beroperasi dalam misi Quick Reaction Alert (QRA) dari Pangkalan Udara Anapolis, untuk menjaga wilayah udara di atas distrik pemerintahan federal.