Jepang meluncurkan kapal pertama di kelasnya destroyer dengan rudal berpemandu (guided-missile destroyers) yang disertai kemampuan pertahanan rudal balisitk.
Peluncuran kapal canggih ini sebagai upaya Jepang memperkuat sistem pertahanannya dari ancaman rudal Korea Utara.
Kapal yang dinamakan Maya ini adalah kapal pertama dari dua destroyer kelas 27DDG yang dipesan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.
Destroyer 27DDG diluncurkan dalam sebuah upacara yang dihadiri Menhan Jepang Itsunori Onodera di galangan kapal Japan Marine United’s di Isogo Ward daerah Yokohama, Senin (30/7/2018).
Dengan bobot 8.200 ton, panjang 170 meter, 27DDG dilengkapi dengan sistem pertempuran Aegis Baseline J7 dan radar Northrop Grumman AN/SPQ-9B.
Radar ini mampu mendeteksi dan melacak objek yang terbang rendah, berkecepatan rendah, rudal antikapal yang bisa diamati di lingkungan yang padat.
Aegis Baseline J7 adalah sistem pertempuran buatan Jepang yang setara dengan Aegis Baseline 9/BMD 5.1.
Destroyer 27DDG mampu menembakkan SM-3 Block IIA yang dikembangkan bersama oleh Amerika Serikat dan Jepang sebagai pertahanan rudal balisitik.
Untuk kapal perang ini dilaporkan juga akan dilengkapi dengan Cooperative Engagement Capability (CEC). Sistem ini diterima Jepang dari AS pada Agustus 2015 denhan nilai pembelian 1,5 miliar dolar AS termasuk Aegis Baseline 9, AN/SPQ-9B dan peralatan lainnya untuk kedua kapal.
CEC adalah jaringan sensor dengan kemampuan pengendalian penembakan terintegrasi, yang secara signifikan meningkatkan daya tempur udara dan kemampuan pertahanan rudal.
Peningkatan terjadi karena adanya penggabungan data dari beberapa sensor pencari udara pada unit CEC secara real time. CEC akan meningkatkan kemampuan pertahanan udara.
Jepang dilaporkan juga ingin memasang CEC pada pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye, yang akan menjadi sebuah jaringan deteksi dan lacak di pesawat dan kapal.
Penggabungan kedua sistem di udara dan di permukaan laut ini jelas akan meningkatkan integrated fire control capability kapal perang dan pesawat tempur yang berada di zona pertempuran dari ancaman udara dan rudal musuh.
Jepang memiliki pesanan untuk empat E-2D Hawkeye, yang akan dikirim pada 2020.
Maya direncanakan akan dioperasikan pada 2020. Belum ada nama untuk kapal kedua yang rencananya diluncurkan tahun depan.
Teks: beny adrian