Siti Nurmala, Ibu PIA Ardhya Garini yang Hobi Terjun Payung

0

Tidak ada yang luar biasa saat enam peterjun TNI AU melayang-layang di udara dalam upacara wisuda perwira Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 93 Terpadu tahun 2018 di lapangan Jupiter, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (3/8/2018).

Pimpinan penerjunan saat itu adalah Komandan Detasemen Hanud 474 Paskhas Letkol Pas Fajar Ardi Kriswanto.

Sampai kemudian pemandu acara menyampaikan lewat pengeras suara bahwa di antara penerjun, terdapat satu penerjun perempuan. Tapi ia bukanlah anggota Wanita Angkatan Udara alias Wara.

Foto bersama Siti dengan Ibu Nanny, Ibu Ayu, dan Letkol Pas Fajar usai terjun. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Namun ia adalah anggota PIA Ardhya Garini cabang Detasemen Matra 2/Naga Pasa 2 Paskhas, Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

PIA Ardhya Garini adalah organisasi yang menaungi para istri prajurit TNI AU.

Ibu PIA yang enerjik ini ternyata adalah Siti Nurmala, yang lahir di Ketapang, Kalimantan Barat pada 9 September 1995. Siti yang murah senyum itu adalah istri dari Kapten Pas Adim Prasanda, Komandan Tim Bantuan Teknis Khusus, Denmatra 2 Paskhas.

Yang membuat semua hadirin bertepuk tangan haru termasuk Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Siti terjun sambil mengenakan seragam PSL (Pakaian Seragam Lapangan) PIA Ardhya Garini.

“Suaminya juga penerjun, hebat kan,” ujar Letkol Pas Fajar Ardi Kriswanto kepada mylesat.com usai terjun.

Meski tidak resmi, Siti kemudian dinobatkan sebagai Ibu PIA pertama yang menggeluti free fall alias terjun bebas.

Kepada mylesat.com, Siti menceritakan perkenalannya dengan terjun payung. Semua berawal saat ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Di kampusnya kebetulan ada Unit Kegiatan Mahasiswa Terjun Payung yang menarik minatnya. “Saya bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa Terjun Payung dan menjadi anggota,” aku Siti.

Kesempatan mengikuti pendidikan terjun payung diperolehnya pada Mei 2015. Siti bersama empat anggota lainnya berangkat ke Margahayu, Bandung untuk mengikuti Pendidikan Terjun Payung di Pusdiklat Paskhas.

Selama dua bulan ia menjalani pendidikan yang begitu disukainnya. Setelah selesai pendidikan, ia dan empat mahasiswa terjun payung lainnya bergabung di FASIDA Kalbar sebagai atlet daerah Kalimantan Barat.

Ketika ditanya kenapa begitu menyukai terjun payung, ini jawaban Siti.

“Terjun payung itu adalah olahraga yang membuat kecanduan. Terjun payung merupakan salah satu jenis olahraga yang sangat menarik untuk diikuti. Selain mampu memicu adrenalin, terjun payung sangat menyenangkan karena bisa terbang bebas di angkasa,” bebernya.

Meski menggeluti salah satu jenis olahraga ekstrem, Siti malah mendapat dukungan dari kedua orang tuanya.

Siti menyerahkan buket kepada Ibu Nanny Hadi Tjahjanto. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Keluarga mendukung sekali. Sebelum menikah, orang tua saya sangat mendukung baik secara materiil maupun moril. Setelah menikah, suami saya adalah orang yang paling mendukung saya terjun. Sehingga saya bisa terjun dalam Wing Day Sekbang Angkatan 93 ini,” kata Siti.

Sebagai Ibu PIA, Siti pun langsung mendapat dukungan moril penuh dari Ketua Umum PIA Ardhya Garini, Ayu Yuyu Sutisna.

Begitu pula Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang menghadiri wisuda Sekbang putranya Letda Pnb Handika Relangga Bima Yogatama, langsung menghampiri Siti.

“Selamat ya, hebat sekali Ibu PIA kita,” ujar ibu Nanny sambil mengajaknya foto bareng.

Sementara Ibu Ayu menyampaikan kepada Siti, bahwa baru kali ini ada Ibu PIA murni terjun mengenakan baju PSL PIA Ardhya Garini.

Sebagai penerjun, Siti mengaku sangat menikmati hobinya. Apalagi suami tercintanya, Kapten Pas Adim, juga seorang penerjun free fall. Sehingga dukungan total diberikan sang suami yang menikahinya April 2018 lalu.

Apakah pernah terjun bareng? “Terjun bareng suami melayang bersama, sih, belum pernah. Tapi kalau terjun dari satu pesawat sudah pernah saat Adisutjipto Urban Obstacle Run pada Maret lalu,” urainya.

Kisah asmara Siti dan suaminya pun terbilang kilat. Mereka baru bertemu pada November 2017 saat latihan gabungan FASIDA Kalbar dan FASIDA Yogya di Yogyakarta.

Siti bersama para penerjun menuju tribun utama disaksikan Panglima TNI. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Lalu bersua kembali saat Adisutjipto Urban Obstacle Run. “Itu pertemuan kami yang ketiga,” tutur Siti yang sudah mengantongi 172 kali penerjunan.

Sampai saat ini, Siti sudah meraih sejumlah prestasi dalam kejuaraan terjun payung.

Di antaranya meriah medali perunggu dalam nomor Beregu Putri dalam Kejuaraan KSAU Cup 2017. Lalu medali perunggu Perorangan Putri Junior dalam kejuaraan International Open Parachuting Championship 2017 di Manado.

Itulah Siti Nurmala, Ibu PIA Ardhya Garini yang luar biasa.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply