Mata dan Telinga Yonif Marinir Telah Lahir

Prajurit infanteri tidak bisa bergerak maju tanpa dukungan data intelijen tempur yang akurat. Aksi nekat sama saja membuang nyawa percuma. Nah, kemampuan intelijen tempur infanteri itu di lingkungan Marinir TNI AL dikenal dengan Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Korps Marinir.

Terkait kemampuan itulah, Korps Marinir terus membina dan melakukan regenerasi prajurit berkemampuan pandu tempur.

Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah menutup latihan mewakili Komandan Korps Marinir. Foto: Dispen Kormar

Baru lalu, Rabu (20/9/2017), Korpas Marinir kembali melantik sekaligus 280 mata dan telinga batalyon infanteri pada upacara penutupan sekaligus penyematan brevet Rupanpur V Tahun Anggaran 2017 oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono yang diwakilkan Komandan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah.

Pelantikan dilakukan di Pantai Caringin Labuan Banten, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Prajurit Korps Marinir ini sebelumnya menjalani latihan pemantapan kurang lebih satu bulan dari 21 Agustus 20 September 2017.

Dalam amanatnya Komandan Korps Marinir mengatakan bahwa Regu Pandu Tempur Korps Marinir merupakan mata dan telinga batalyon infanteri Marinir. Rupanpur memiliki peran sangat penting dalam memberikan data intelijen, data situasi depan pertempuran serta memandu induk satuan dalam rangka mendukung tugas batalyon infanteri.

Sebanyak 280 prajurit Rupanpur Korps Marinir siap menjadi mata dan telinga infanteri. Foto: Dispen Kormar

Latihan pemantapan Rupanpur melibatkan 280 peserta latihan didukung kurang lebih 100 pelatih.

Materi latihan yang diberikan meliputi kemampuan akademik perorangan, kemampuan aspek darat, kemampuan aspek laut, dan latihan berganda.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: