32 Tahun Pengabdian yang Sempurna Setamilsuk 19 di TNI AU

0

Pada tahun 1985, berdasarkan program kerja TNI AU telah diterima para pemuda Indonesia dari berbagai daerah untuk mengikuti seleksi tingkat pusat sebagai calon Tamtama TNI AU secara terpusat di Lanud Kalijati (Lanud Suryadarma), Subang, Jawa Barat.

Lulus pada seleksi tersebut 443 pemuda. Mereka kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Tamtama Militer Sukareka Angkatan ke-19 (Setamilsuk A-XIX).

Karena jumlahnya banyak, pendidikan dibagi ke dalam dua kelompok. Yaitu yang mengikuti pendidikan di Lanud Adi Soemarmo,Surakarta dan kelompok kedua di Lanud Kalijati, Subang.

Di Lanud Kalijati dididik sebanyak 245 prajurit yang kemudian disebut Tamtama Angkatan 19-A. Sementara yang di Lanud Adi Soemarmo sebanyak 198 prajurit, disebut sebagai Tamtama Angkatan 19-B.

Selama empat bulan para pemuda itu digembleng siang dan malam untuk dibentuk menjadi prajurit TNI AU yang tangguh dan berdisiplin tinggi dalam mengabdikan dirinya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Udara.

Guyub yang utama, itulah pegangan Setamilsuk 19 hingga hari ini. Foto: Eko Edhie

Setelah melalui masa pendidikan selama empat bulan, mereka pun kemudian dilantik berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Skep/762-T l/VIII/1985 tanggal 27 Juli 1985.

Hebatnya Setamilsuk A-XIX, tidak seorangpun yang dinyatakan gagal dalam pendidikan, sehingga jumlah yang dilantik sama dengan saat diterima yaitu 443 Pajurit Militer Sukarela TNI AU berpangkat Prajurit Dua (Prada).

Setelah menyelesaikan pendidikan pertama, 198 prajurit yang melaksanakan pendidikan di Lanud Adi Soemarmo dijuruskan ke dalam kejuruan teknik pesawat, teknik elektro, dan pembekalan dikenal dengan Program Pendidikan Ganesha.

Sedangkan yang melaksanakan pendidikan di Lanud Kalijati dijuruskan pada kejuruan teknik listrik instrumen (Lismen), sarban, komunikasi, dan kejuruan khusus meliputi meteo, penerangan, dan PDE yang dikenal dengan Program Pendidikan Susnal Alutsista.

Selesai pendidikan dan sesuai kebutuhan organisasi TNI AU, seluruh alumni Setamilsuk Angkatan 19 A/B Tahun 1985 ditempatkan di seluruh Kesatuan TNI AU dari Sabang sampai Merauke.

Sejalan waktu dalam pengabdiannya di berbagai kesatuan di lingkungan TNI AU, alumni Setamilsuk 19 telah menyandang berbagai pangkat dan jabatan sesuai profesinya.

Hingga saat ini ada beberapa yang masih menyandang pangkat tamtama (Kopka), Serma, Pelda, Peltu, Kapten, Mayor, dan Letnan Kolonel. Sebagian dari mereka pun telah memasuki masa purna tugasnya alias purnawirawan.

Tak terasa, 32 tahun sudah Setamilsuk 19 mengabdi di TNI AU. Namun semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan masih sangat kental di batin setiap anggotnya.

Mereka pun berhimpun ke dalam paguyuban SETA 19 sebagai wadah pengikat.

Nah, masa 32 tahun inipun dimanfaatkan SETA 19 dengan menggelar silaturahim keluarga besar alumni SETA 19. Baik yang masih aktif, purnawirawan, dan warakawuri berserta keluarga. Pertemuan diadakan di Taman Wisata Pengging, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2017).

Antusias keluarga besar Setamilsuk 19 sangat tinggi untuk bisa saling bertemu, sehingga jumlah yang hadir pun cukup banyak.

Di antara yang hadir adalah sesepuh Setamilsuk 19 Letkol Sus Adi Susanto, keluarga besar Setamilsuk Lanud Abdurachman Saleh Malang, Lanud Surabaya, Lanud Iswahjudi Madiun, Lanud Adi Soemarmo Solo, Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta, Lanud Wiryadinata Tasikmalaya, Lanud Sulaiman, Lanud Husein Sastranegara, Seskoau dan Koharmatau Bandung, Lanud Halim Perdanakusuma, satuan jajaran Mabesau dan Mabes TNI serta beberapa satuan di luar Jawa di antaranya Lanud Biak di Papua.

 

Teks: eko edhie (alumni Setamilsuk 19)

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply