Panglima TNI: Jadikan Bonus Demografi sebagai Berkah Bagi Bangsa Indonesia

Proyeksi penduduk Indonesia pada tahun 2035 diperkirakan mencapai 305,6 juta jiwa. Dari tahun 2018 sampai 2035, yaitu 17 tahun dari sekarang, bukanlah waktu yang lama bagi perkembangan sebuah bangsa.

Sehingga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi dan menyiapkan daya dukung agar bonus demografi yang terjadi saat itu akan menjadi berkah bagi bangsa Indonesia, bukan sebaliknya menjadi masalah.

Karena itu program Keluarga Berencana (KB) harus menjadi gerakan yang diterima oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia.

Program KB harus dilakukan secara sinergi dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, swasta dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di seluruh Indonesia.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto bersama anak anggota Polri yang orang tuanya menjalani program KB dengan dua anak cukup. Foto: beny adrian/mylesat.com

“Untuk menangani masalah itu, Pemerintah berupaya sekuat tenaga dengan berbagai program kerja seperti penyiapan infrastruktur, termasuk peningkatan produksi hasil pertanian dan pengendalian jumlah penduduk melalui Program BKKBN,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Lapangan Jarias, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (1/5/2018).

Panglima TNI sengaja hadir di Kabupaten HSU pada Pencanangan Bakti Sosial TNI KB Kesehatan Tingkat Nasional 2018 kerja sama antara TNI dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Hadi mengatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya unsur TNI yaitu Babinsa diberi tugas membantu Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) hanya berperan sebagai pelaksana.

“Saat ini para Babinsa sudah diberi kemampuan oleh BKKBN sebagai motivator, sehingga bentuk bantuan yang diberikan menjadi lebih berkualitas sesuai tuntutan zaman yang demokratis serta dapat menghindari munculnya isu pelanggaran HAM,” ucapnya.

“Para PLKB dan Babinsa harus secara terus menerus diberikan kemampuan dalam hal penggiatan Program Keluarga Berencana, agar mereka mampu mengembangkan dan melakukan pendekatan kepada masyarakat di lapangan,” kata Marsekal Hadi.

Menurut Panglima TNI, pencanangan Bakti Sosial TNI KB Kesehatan Tingkat Nasional Tahun 2018 di Kabupaten  HSU merupakan bentuk kontribusi BKKBN dan TNI serta mitra kerja BKKBN untuk membangun kependudukan Indonesia agar tumbuh seimbang dengan daya dukung yang tersedia, sehingga bangsa Indonesia secara keseluruhan akan menjadi bangsa yang kuat sejahtera adil dan makmur.

Marsekal Hadi menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Selatan beserta jajarannya, yang dengan penuh dedikasi memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan Pencanangan Bakti Sosial TNI KB Kesehatan Tingkat Nasional kerja sama antara TNI dengan BKKBN, sehingga dapat terlaksana dengan baik.

“Anak zaman now kalau disunat pegang Hp,” ujar Panglima TNI tertawa saat melihat seorang bocah yang akan disunat. Foto: beny adrian/mylesat.com

“Saya minta laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dilandasi oleh jiwa sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Profesional. Saya juga mengucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh Prajurit TNI yang telah membantu dan kerja sama dengan jajaran BKKBN di seluruh Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengatakan bahwa menyelesaikan masalah kependudukan di Indonesia hingga saat ini belum tercapainya keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan, dimana kebutuhan pangan, energi dan perumahan serta lapangan kerja masih menjadi kekhawatiran bersama.

“Kita harus mengarahkan investasi negara pada bidang-bidang kesehatan, pendidikan, penyediaan lapangan kerja serta keluarga berencana, khususnya pada pola asuh anak dalam keluarga dan mulai saat ini kita harus menjadikan penduduk sebagai obyek dan subyek pembangunan nasional, sehingga pembangunan yang dilaksanakan harus berwawasan kependudukan,” kata Panglima TNI.

Usai membuka Pencanangan Bakti Sosial TNI KB Kesehatan Tingkat Nasional 2018, Panglima TNI dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto meninjau pelaksanaan bakti sosial kesehatan dan pembagian kursi roda.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: