Detail Sekali, Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Terpusat Taruna/Taruni 2018

0

Hari ini, Kamis (2/8/2018), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin Sidang Pantukhir (Penentuan Akhir) Terpusat Taruna/Taruni Akademi TNI 2018 bertempat di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Sidang yang berlangsung dari pukul 09.30 Wib hingga sore hari ini dihadiri KSAD, KSAL, KSAU, Danjen Akademi TNI, Irjen TNI, ketiga Gubernur Akademi Angkatan, dan Panitia Pusat, dan pejabat TNI lainnya.

“Sidangnya rinci sekali,” ujar salah seorang pelatih Taruna Akmil sambil berbisik.

Dalam Sidang Pantukhir ini, total calon taruna (Catar) yang diseleksi berjumlah 521 orang. Mereka terdiri dari 296 Catar TNI AD (280 pria dan 16 wanita), 110 Catar TNI AL (100 pria dan 10 wanita), dan 115 Catar TNI AU (105 pria dan 10 wanita).

Namun sesuai kebutuhan organisasi TNI, jumlah Catar ini ditambah calon tambahan yang berjumlah 43 orang. Terdiri dari 8 Catar  Akmil, 20 Catar AAL, dan 15 Catar AAU.

Menurut laporan Panitia Pusat penerimaan Taruna dan Taruni, total pendaftar di seluruh Indonesia mencapai 9.473 orang.

Khusus untuk Catar wanita Akmil, TNI AD hanya menerima dari sekolah unggulan Taruna Nusantara dan Krida Nusantara.

Jika proses sidang sore ini berjalan lancar, pengumuman kelulusan akan disampaikan Panglima TNI sore ini juga.

Setelah itu, Catar terpilih akan segera menjalani masa pendidikan untuk empat tahun ke depan yang dimulai pada 6 Agustus 2018.

Untuk menjadi taruna Akademi TNI, calon harus menjalani serangkaian tes. Meliputi aspek Psikologi, Mental Ideologi, Administrasi, Kesehatan, Jasmani, dan Akademik.

Dari keenam aspek ini, bobot penilaian Psikologi menempati posisi tertinggi dengan skor 70.

Cek fisik

Saat melakukan pengecekan langsung para Catar, Panglima TNI menghampiri secara acak para Catar.

Pemeriksaan langsung ini dilakukan secara bergantian. Diawali dari Catar wanita TNI memasuki aula, lalu secara bergantian memasuki ruangan Catar TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Dalam pemeriksaan langsung ini, Marsekal Hadi mencoba menanyakan jati diri seorang Catar yang memutuskan ingin menjadi perwira TNI, calon pemimpin TNI di masa depan.

Salah satu yang dihampiri Panglima TNI adalah Catar dari Purwokerto. Catar yang ditanya Panglima TNI ini mengaku berasal dari SMA 1 Purwokerto.

“Orang tua kamu kerja dimana,” tanya Marsekal Hadi.

“Siap, ayah jualan bubur ayam pakai gerobak,” jawabnya tegas.

Terlihat Catar ini sedikit berkaca-kaca ketika Panglima TNI terus menanyakan beberapa hal lain. Dari raut wajahnya, Panglima TNI terlihat sedikit tersentuh mendengar jawaban Catar ini.

Panglima TNI termasuk minatnya untuk menjadi tentara. KSAD pun kemudian ikut menghampiri.

Remaja bertubuh sedang ini menyatakan ingin menjadi infanteri dan ditempatkan di Kostrad. Ia mengaku sudah ingin menjadi tentara sejak masih sekolah di bangku sekolah dasar.

Pertanyaan hampir senada juga diajukan Panglima TNI kepada Catar yang dihampiri.

Seperti kepada Catar TNI AL asal Jayapura. Beberapa kali ditanyakan Panglima TNI ingin menjadi perwira kesatuan apa, remaja bertubuh tegap ini tetap mengatakan ingin menjadi perwira Marinir.

Pertanyaan yang diajukan Marsekal Hadi seperti pekerjaan orang tua, ingin masuk kecabangan apa, kenapa ingin jadi anggota TNI, pernah mabuk-mabukan tidak, dan sebagainya.

Sementara pemeriksaan fisik terus dilakukan. Seperti memeriksa tulang punggung, kaki, perut, dada, riwayat penyakit, komposisi badan, kulit dan banyak lagi.

Setiap kali menerima kelompok Catar memasuki aula seleksi, hal pertama yang selalu dilakukan Panglima TNI adalah menyuruh mereka jongkok lalu berdiri, sampai tiga kali. Kemudian Panglima TNI menyuruh mereka serong kanan dan memberi sikap hormat. Baru kemudian Marsekal Hadi menghampiri mereka secara acak.

Catar wanita yang berjumlah 36 orang, sungguh mengagumkan. Sebagian besar mengantongi prestasi tingkat nasional dan internasional.

Seperti juara menembak Asian, juara taekwondo, Paskibraka Nasional, juara renang, juara voli, dan banyak lagi.

Sampai tulisan ini dinaikkan, Sidang Pantukhir Terpusat Taruna/Taruni Akademi TNI 2018 masih berlangsung.

Meski belum final, Panglima TNI memberikan catatan untuk disempurnakan di periode mendatang.

Terdiri dari melengkapi hasil pengujian laboratorium kesehatan, menghadirkan dokter ahli dalam Sidang Pantukhir, dan menyamakan standar seleksi di ketiga Angkatan.

Selama Sidang Pantukhir berlangsung, para Catar menunggu di luar ruangan.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply