Bell-412 BNPB Hard Landing di Kayangan, Namun Bantuan Tetap Disalurkan ke Pengungsi Gempa Lombok

0

Guna mempercepat penyaluran bantuan logistik ke wilayah bencana gempa Lombok yang berada di daerah ketinggian dan sulit dijangkau, TNI bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melakukan pengiriman menggunakan helikopter.

Seperti pada 11 Agustus 2018, tiga helikopter dikerahkan untuk mencapai lokasi bencana di Kecamatan Kayangan.

Yaitu dua helikopter Bell-412EP (Enhanced Performance) milik Penerbangan TNI AD (Penerbad) dan Bell-412SP (Special Performance) registrasi PK-DAR yang dioperasikan BNPB. Jika melihat registrasinya, helikopter BNPB ini disewa dari Derazona Helicopter.

Namun nahas menimpa PK-DAR saat akan mendarat. Debu dan pasir yang beterbangan menutup jarak pandang pilot ke permukaan (helipad) yang tinggal sekitar dua meter lagi. Dalam kondisi zero visibility, pilot akhirnya memutuskan mendarat dengan keras (hard landing).

Dalam penerbangan siang itu ikut di dalam heli dua anggota Puspen TNI dan wartawan Metro TV. Mereka hanya bilang, tiba-tiba gelap karena debu dan pasir naik semua dan kemudian merasakan hentakan keras saat heli menyentuh tanah.

Tidak ada korban luka dalam insiden ini. Hanya heli terlihat miring ke kanan, dengan skid kanan sepertinya patah. Sampai saat ini heli masih berada di Kayangan, menunggu proses perbaikan.

Menurut seorang pilot helikopter yang mylesat.com hubungi dan tidak bersedia dikutip namanya, mengatakan bahwa seharusnya pilot go around.

“Seharusnya kalau sudah 0 visibility, go around, naik lagi karena tidak lihat helipad,” ujarnya.

Intinya, jelasnya secara teknis, jika sudah tidak bisa melihat helipad pada saat mau mendarat, berapapun sisa ketinggiannya harus go around.

Selain menggunakan helikopter, segala cara dilakukan TNI untuk mengirim bantuan logistik ke tenda pengungsian di daerah ketinggian dan terisolir. Di antaranya menggunakan sepeda motor.

Bantuan logistik dibawa menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi terdekat, mereka turun dan kemudian berjalan menuju tenda-tenda pengungsian yang berada di ketinggian.

“Pokoknya segala cara ditempuh Satgas TNI untuk mencapai lokasi pengungsian,” ujar Mayor Inf Doni dari Puspen TNI.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply