Ini Pengakuan Joni Si Pemanjat Tiang Bendera yang Viral Soal Tawaran Panglima TNI, “Mau Akabri!”

Pagi ini Yohannes Ande Kalla terlihat sedikit lelah saat ditemui di Hotel Ambhara, kawasan Jakarta Selatan. Serangkaian kegiatan telah dan akan dijalaninya di Jakarta hingga Selasa nanti.

Sejak namanya viral di media sosial karena aksinya memanjat tiang bendera yang talinya putus saat berlangsungnya upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-73 pada 17 Agustus 2018 di Pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menit demi menit dilaluinya dalam suasana sepenuhnya baru.

Bocah lugu yang selalu tersenyum mesti wajahnya letih, seperti menjadi milik Indonesia. Semua orang yang menemuinya mulai dari keberangkatan di bandara hingga mendarat di Bandara Soekarno Hatta, tidak melepaskan momen langka foto bareng Joni, nama panggilannya.

Joni sudah tiba di Jakarta kemarin siang ditemani orang tuanya Ili Lorens dan Marcal Victorian. Turut mendampingi dari Belu adalah Dandim Belu Letkol Inf Putu Dwi dan Kapolres Belu AKBP C. Tobing.

Joni diapit kedua orang tuanya, Ili Lorens dan Marcal Victorian. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Ili Lorens terlihat sangat ingin anaknya bisa membela Indonesia, menjadi tentara. Lorens (55) yang berasal dari Timor Leste mengaku, sempat membantu pasukan TNI saat Operasi Seroja, Desember 1975.

Di antaranya ia menyebutkan Maliana dan Balibo sebagai wilayah yang pernah dimasukinya.

“Sebenarnya nama Adik Joni yang betul, apa,” tanya mylesat.com saat menemuinya di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, pagi ini.

“Yohannes Ande Kala, Ande, pakai N, Kala dipisah,” ujarnya mendikte ketika penulisannya keliru. Senyum lebarnya seolah-olah ingin menunjukkan gigi putihnya yang mempesona.

Hari ini Joni direncanakan akan menerima bantuan dari pengacara Hotman Paris, menjalani sesi wawancara dengan sejumlah media serta tamasya ke Dufan dan Monas. Besok pagi Joni diagendakan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

“Kita harapkan hari Selasa, Joni bisa kembali ke rumahnya, karena dia harus sekolah,” aku Bupati Belu, Willybrodus Lay yang mendampinginya hari ini.

Saat mylesat.com menemuinya di hotel, anak ajaib ini sedang mengikuti wawancara langsung dengan TVOne. Entah karena lelah atau bingung, ia beberapa kali kesulitan menjawab pertanyaan. “Dia butuh istirahat,” bisik Bupati Belu.

Sejak siang sampaai sore kemarin, Yohannes sudah mengikuti rangkai kegiatan bersama Kemenpora. Malamnya ia menghadiri pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno.

Bagaimana kesan Joni bisa nonton langsung pembukaan Asian Games semalam?

“Asyik,” jawabnya polos.

Asyik bagaimana?

“Banyak petasan,” akunya sambil tertawa.

Apakah bertemu Pak Jokowi?

“Ketemu tapi lihat saja,” katanya. “Hari senin nanti ketemu,” tambahnya yang mengaku senang bisa bertemu Jokowi.

Aksi Joni saat diwawancara reporter TVOne. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Ketika ditanyakan terkait prioritas dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menjadi anggota TNI, Joni dengan jujur mengatakan bahwa sejak kecil memang ingin menjadi tentara.

“Sejak SD kelas 1 ingin jadi tentara,” katanya.

Joni agak kesulitan menjawab ketika didesak ingin menjadi anggota TNI dari kesatuan apa. Namun ketika disodorkan apakah ingin menjadi anggota TNI AU, AL atau AD, ia sigap menjawabnya.

“Darat,” jawab bungsu dari sembilan bersaudara ini.

Jadi serius ingin menjaid tentara, mau masuk apa?

“Mau Akabri,” ucap Joni yang ingin mengambil jurusan IPA kelak di SMA.

Ketika kembali ditanyakan keberaniannya memanjat tiang bendera, Joni kembali tersenyum.

“Pertama, (saya) sakit perut, masuk dalam tenda dan saya dengar bapak wakil bupati bilang siapa yang bisa panjat tiang bendera. Saya langsung pakai sepatu dan lari,” tutur Joni.

Jadi terungkap bahwa pada saat upacara berlangsung, Joni sejatinya tidak berdiri di dalam barisan. Ia yang tiba-tiba sakit perut, tengah beristirahat di dalam tenda sehingga tidak mengikuti jalannya upacara. Sampai akhirnya ia mendengar pengumuman dari Wakil bupati Belu JT. Ose Luan.

Meski Joni sudah terbiasa memanjat pohon asem dan pohon pinang di kampungnya, tetap saja menjadi misteri psikologis terkait spontanitasnya yang langsung lari dan kemudian memanjat tiang bendera.

Menurut Bupati Belu, Willybrodus Lay, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membentuk karakter Joni yang ingin menjaid tentara.

“Kita membutuhkan karakter, harus hati-hati, jangan sampai menjadi sangat materialistis. Kalau lihat cita-citanya menjadi tentara, dia kan masih labil dengan usianya, jadi tanggung jawab pemerintah daerah dan kita sama-sama membentuk dia sehingga saat selesai SMA sudah bisa menentukan pilihan,” beber Willy.

Ditambahkan Willy, jika memang keinginnya kuat untuk menjadi tentara, pihaknya akan mencoba membantu agar Joni bisa masuk SMA Taruna Nusantara. “Sehingga pembentukan karakternya lebih gampang,” urainya.

Tamu Hotel Ambhara bergantian minta foto bareng Joni. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Selain akan memberikan perhatian, Willy juga mengatakan akan membantu manajemen keuangan keluarganya. “Harus dikelola. Agar fokus pendidikannya tercapai.”

Viralnya aksi heroik Joni berawal dari video yang diunggah Ika Silalahi di akun Facebook-nya. Masih menurut Willy, dalam tiga tahun terakhir ini memang peringatan HUT Kemerdekaan RI selalu diadaan meriah di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

“Waktu lihat video itu saya bilang ke istri, ini kalau Bapak Jokowi lihat bisa dipaggil ke Jakarta,” ulasnya lagi.

Menurut Willy, setidaknya ada 40 staf kementerian luar negeri yang hadir, di antaranya Ika Silalahi. Pada hari itu Willy sendiri memimpin upacara yang sama di Kota Belu.

“Ini sudah jalan Tuhan, hidup Joni berubah dalam sekejap,” ujar Willy.

 

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: