Komandan Lanud Adisutjipto MArsma TNI Tedi Rizalihadi membuka Kursus Juru Montir Udara (JMU) pesawat KT-1B Wong Bee dan G120 TP-A Grob di Aula Delta Skadik 104, Senin (20/8).
Dalam sambutannya, Komandan Kodiklatau yang dibacakan Komandan Lanud Adisutjipto menyampaikan, kursus JMU merupakan tantangan dari proses modernisasi alutsista TNI AU yang sedang dan akan terus berjalan.
Tantangan yang semakin berat menjadikan Lanud Adisutjipto selaku pelaksana Pendidikan Sekolah Penerbang harus mempersiapkan diri dalam menyiapkan sumberdaya manusia terutama yang akan membidangi bagian juru montir udara pesawat Grob dan Wong Bee.
Pentingnya Kursus JMU bagi tekhnisi yang mengawaki pesawat latih ini menjamin kesiapan operasional pendidikan, terutama pesawat dalam mencapai sasaran pendidikan.
Seorang Juru Montir Udara yang berhasil pada prinsipnya adalah mereka yang dapat menjamin keberlangsungan alutsista yang dipercayakan pimpinan kepada Lanud Adisutjipto untuk mendukung operasional pendidikan.
Kursus Juru Montir Udara diikuti enam siswa yang berdinas di Skadik 101, Skadik 102, dan Skatek 043.
Kursus rencananya akan dilaksanakan selama dua bulan untuk pesawat Grob. Untuk KT-1 B Wong Bee akan dilaksanakan lebih lama yaitu tiga bulan.
Total jam pelajaran (JP) teori maupun praktek untuk pesawat G120 TP-A Grob sebanyak 259 JP dan Wong Bee sebanyak 438 JP.
Teks: beny adrian