Percepat Rekonstruksi dan Rehabilitasi, Panglima TNI Kunjungi Lombok untuk Ketiga Kalinya Bulan Ini

0

Memahami kebutuhan warga yang terpapar gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat akan ketersediaan sandang pangan, dan papan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali kunjungi Lombok sore ini, Kamis (23/8/20180).

Turut mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI setibanya di Bandara Internasional Lombok  langsung menerima paparan perkembangan situasi penanganan korban gempa Lombok dari Danrem 162/Wira Bhakti selaku Komandan Penanganan Darurat Bencana (Dan PDB) Gempa Lombok, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

“Segala upaya yang dimiliki TNI akan dikerahkan untuk mempercepat rekonstruksi dan rehabilitasi Lombok secara menyeluruh, kita all out,” ujar Marsekal Hadi.

Kolonel Czi Ahmad Rizal membeberkan data yang sangat rinci tentang apa yang sudah dan akan dilakukan TNI beserta seluruh komponen yang terlibat dalam PDB Gempa Lombok.

Pekerjaan utama yang dilakukan Satgas saat ini adalah berusaha secepat mungkin membersihkan puing-puing bangunan yang hancur. Namun karena di Lombok begitu banyak bangunan masjid dengan konstruksi baja, Satgas sedikit kesulitan dalam proses pembersihan.

Untuk itu Kolonel Czi Ahmad Rizal mengajukan kepada Panglima TNI untuk menambah alat berat khususnya hand breaker. 

Ia menyebutkan bahwa dibutuhkan setidaknya 54 alat berat lagi dalam berbagai jenis untuk percepatan pembongkaran rumah, dari 61 yang sudah digelar saat ini.

Panglima TNI dan Kapolri tiba di Lombok sore ini. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Sesuai arahan Panglima TNI, kami melaksanakan pembersihan dan puing yang rusak di Simpang Pemenang sebagai pintu gerbang perekonomian Lombok utara, karena adanya Gili Trawangan sebagai daerah wisata. Sudah mencapai hampir 1 km dibersihkan, termasuk Masjid Jami yang kemarin digunakan untuk Shalat Idel Adha,” jelas Danrem 162/Wira Bhakti ini.

Termasuk merehabilitas pasar tradisional Tanjung dan Pemenang. Sejak gempa, pedagang berjualan di bahu jalan sehingga menghalangi mobilitas warga lainnya.

Tidak ketinggalan yang menjadi perhatian utama Satgas PDB Lombok adalah kelanjutan proses belajar mengajar siswa di sekolah.

Sejauh ini sudah dilakukan pembukaan sekolah darurat memanfaatkan tenda pengungsian milik BNPB.

“Beberapa relawan dan donatur dari seluruh Indonesia dalam waktu dekat akan mengirimkan kontainer yang sudah dimodifikasi sebagai tempat belajar dan dilengkapi AC dan kipas angin,” urai Kolonel Ahmad Rizal.

Menurutnya, total total rumah yang akan dibongkar mencapai 70.000 unit. Karena itu Satgas membutuhkan personel tambahan dengan spesifikasi Zeni.

Untuk itu, Panglima TNI sudah memerintahkan untuk segera mengirim tambahan batalion zeni TNI AD ke Lombok.

Dalam waktu dekat akan segera tiba tiga batalion Zeni. Yaitu Zipur 10 yang akan ditempatkan di Kayangan, Zipur 18 di Tanjung, Zikon 13 di Pemenang, Zikon 13 Kompi A di Senggigi dan Kompi B di Gunung Sari.

Sementara di Sembalun dan Sembelihan sudah ditempatkan Kompi Zipur 9 Kostrad.

Satgas akan melakukan pembongkaran terhadap 2.500 rumah. Sampai saat ini sudah dibongkar 427 rumah, 1.716 rumah dalam proses pembongkaran.

“Apabila alat berat minggu depan sudah datang, insya allah kami bisa selesaikan dalam satu bulan,” tutur Dansatgas.

Semua proses penanganan korban gempa Lombok ini dilakukan secara sistematis dan terfokus. Untuk Satgas membagi pekerjaan ke dalam beberapa cluster.

Yaitu Cluster Pendidikan, Kesehatan, Trauma Healing, Sosial, dan Logistik.

Dari hasil pengumpulan data lapangan diketahui 765 sekolah mengalami kerusakan, 434 madrasah, dengan 108.500 siswa terdampak dan belum bisa sekolah. Sementara siswa dan guru di pemukiman berjumlah 6.748 orang.

“Ada 29 siswa di antaranya meninggal karena gempa,” ucap Kolonel Ahmad Rizal.

Setiap Cluster bekerja secara total dengan melaporkan hasil pekerjaannya setiap hari dalam rapat evaluasi.

Cluster Kesehatan yang membawahi 107 tim gabungan juga terus bergerak mobil menggunakan sepeda motor untuk mengecek kondisi warga dan mengantisipasi penyakit menular. Sejauh ini sudah 612 orang dioperasi.

Karena sudah hampir dua minggu di tenda pengungsian, banyak di antara warga mengidap ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) dan diare.

Cluster Kesehatan yang membawahi 216 pos kesehatan lapangan juga menemukan kebutuhan mendesak tersedianya ruang ICU portabel (tenda), karena sampai saat ini masih dilakukan di dalam rumah sakit.

Karena banyaknya warga mengalami patah kaki, sangat dibutuhkan dalam jumlah ratusan bantuan kursi roda dan tongkat.

Kebutuhan mendesak lainnya adalah meyediakan air bersih untuk warga. Karena saluran air yang ada sebagian besar hancur dan rusak karena gempa. Bahkan tandon air di Rinjani sudah pecah.

Soal air bersih ini, Satgas sudah sempat memperbaiki pipa air sepanjang 300 meter. Namun ketika gempa kembali mengguncang beberapa hari yang lalu, pipa itu kembali rusak.

Dengan demikian, pengeboran untuk mencari sumber air menjadi pekerjaan utama yang harus segera dilakukan Satgas.

Juga dalam waktu dekat akan dilakukan pembangunan rumah contoh RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) bersama Kementerian PUPR di masing-masing Polsek, Koramil, dan Kecamatan.

Diharapkan hampir 500.000 warga yang saat ini tersebar di 502 lokasi pengungsian bisa menirunya.

Satu hal menggelitik yang disampaikan Komandan Satgas adalah soal bantuan toilet portabel, yang ternyata tidak sesuai dengan kebiasan warga. “Kami harapkan toilet yang dikirim model jongkok saja,” harapnya. Setidaknya dibutuhkan 5.471 unit MCK saat ini.

Setelah mendengarkan paparan Dansatgas ini, Panglima TNI memerintahkan untuk segera memobilisasi kekuatan yang ada untuk mempercepat pengiriman alat-alat berat. “Nanti kita pakai KRI untuk membawa alat berat di Surabaya,” ujar Hadi.

Menyinggung pengiriman 13 ton daging qurban kemarin dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules, Marsekal Hadi yang memantau pelaksanaannya mengharapkan bisa dijadikan role model.

“Saya ikuti manajemennya, saya terima kasih karena sudah dikirim ke remote area menggunakan heli dan kendaraan, saya harap hari ini sudah bisa dimakan,” jelas Panglima TNI.

“Model pendistribusian seperti itu akan dijadikan role model, kalau butuh heli sampaikan saja, berapa yang dibutuhkan,” tegas Hadi.

Untuk melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi Lombok secara sistematis, Presiden Joko widodo sudah menandatangi Instruksi Presiden (Inpres) terkait penanganan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Nanti akan ditunjuk tim sesuai Inpres untuk mempermudah pekerjaan rehab dan rekon,” kata Marsekal Hadi.

Masih menurut Hadi, untuk aplikasi di lapangan nantinya, Pulau Lombok akan dibagi dalam beberapa bagian. “Mungkin 4 bagian, utara, selatan, timur, dan barat,” urainya.

“Setiap cluster akan dipimpin perwira berpangkat kolonel,” ucap Hadi. Pembentukan organisasi ini ditegaskan Panglima TNI guna mempercepat tahap rekonstruksi dan rehabilitasi Lombok pasca gempa.

Besok pagi rencananya Panglima TNI dan Kapolri akan melakukan peninjauan ke beberapa lokasi menggunakan helikopter Mi-17 dan Bell-412, termasuk pekerjaan pembersihan puing.

Namun karena tadi malam melalui akun Facebook-nya Panglima TNI menemukan keluhan warga di Desa Jeringo yang mengaku belum pernah dikunjungi pejabat, maka besok pagi Marsekal Hadi akan memprioritaskan kunjungannya ke Jeringo.

“Saya akan temui kepala desanya, akan ajak bicara, apa betul belum tersentuh,” ungkap Hadi.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply