Ini Dia Rumah Huntara untuk Ibu Kalsum dari Ketua Umum Dharma Pertiwi

Bantuan terus mengalir untuk warga Lombok, Nusa Tenggara Barat yang dilanda bencana gempa bumi. Sampai detik ini tiada henti bantuan tiba dan disalurkan.

Berbagai cara dilakukan untuk meringankan beban masyarakat Lombok, seperti yang dilakukan Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto. Istri Panglima TNI ini memilih memberikan bantuan satu unit rumah Hunian Sementara (Huntara) kepada Ibu Kalsum (47).

Sebelumnya Ketum Dharma Pertiwi ini telah menyalurkan berbagai bantuan kepada pengungsi gempa Lombok. Ibu Nanny juga mengunjungi langsung para pengungsi.

Kalsum adalah korban bencana gempa tektonik 7.0 skala richter yang mengguncang Lombok pada Minggu, 5 Agustus 2018.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto. Foto: Puspen TNI

“Ibu Kalsum yang juga sebagai kepala keluarga beserta tiga anaknya, sampai saat ini masih tinggal di tempat pengungsian karena rumahnya hancur akibat gempa,” ujar Nanny Hadi Tjahjanto di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Rumah Huntara yang akan ditempati Kalsum terdiri dari empat kamar. Rumah akan dilengkapi lemari pakaian, meja belajar untuk anak-anak, meja tamu, meja makan, dan barang-barang lainnya.

“Saya yang akan biayai semuanya sampai siap pakai, sehingga Ibu Kalsum beserta tiga anaknya tinggal menempati saja,” ungkap Nanny.

Rumah yang akan diberikan kepada Ibu Kalsum adalah salah satu dari empat rumah Huntara yang saat ini dalam proses pembangunan.

Keempat rumah Huntara itu berada di Dusun Karang Bedil, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, yang dikerjakan dengan gotong royong TNI dan masyarakat.

Di sisi lain, Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan pula bahwa proses pengeboran delapan dari sembilan sumur solar sel di NTB sudah selesai.

Rumah Huntara yang diberikan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto kepada Ibu Kalsum. Foto: Puspen TNI

Kedelapan titik pengeboran berada di Desa Todo Lauk (Kecamatan Gangga), Desa Sigar Penjalin (Kecamatan Tanjung), Asrama Korem Gebang, Asrama Lanal Mataram, dan Asrama Lanud Rembiga (Kecamatan Sembalun, Kecamatan Seteluk, dan Sumbawa Barat).

Satu-satunya sumur solar sel yang masih dalam proses pengeboran adalah di Kompi Bantuan, Pringgabaya yang saat ini baru mencapai 15 meter dari perkiraan 140 meter.

Menurut Nanny, dari delapan sumur solar sel, dua di antaranya sudah dilengkapi pompa, tower air dan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Sembilan sumur solar sel dan fasilitas lainnya yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat merupakan bantuan Dharma Pertiwi dan unsur-unsurnya yaitu Persit Kartik Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, dan IKKT Pragati Wira Anggini,” kata Nanny Hadi Tjahjanto.

 

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: