Kanselir Merkel Terpaksa Naik Hercules, Menlu Terdampar di Mali, Jerman Akhirnya Beli 3 Airbus A350-900

Komite anggaran parlemen Jerman, Bundestag, pada 11 April 2019 menyetujui pembelian tiga pesawat Airbus A350-900 senilai EUR 1,2 miliar (1,4 miliar dolar AS).

Total belanja Jerman ini disebut sebagai salah satu armada pemerintah paling mahal di planet ini.

Pesawat ini akan dioperasikan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jerman untuk melayanani angkutan udara pejabat negara seperti Kanselir (PM).

Pesawat tidak hanya digunakan oleh Angkatan Bersenjata Jerman dan Kemhan Federal, tetapi juga untuk untuk transportasi seluruh anggota pemerintah. Karena itu pembelian ini akan dibiayai menggunakan anggaran federal.

“Tentu saja, transportasi anggota pemerintah pada tanggal-tanggal penting tidak boleh mengorbankan angkatan udara, yang membutuhkan anggaran untuk helikopter dan pesawat yang beroperasi,” ujar Menhan Ursula von der Leyen.

Kemhan Jerman akan memesan Airbus A350-900 pada bulan ini.

Masuk ke dalam pesanan ini adalah semua perlengkapan, suku cadang, dan pelatihan terkait pesawat serta sistem bela diri (self-defence system).

Dikutip aerotime.aero, ketiga A350-900 diperoleh dari Airbus seharga EUR 640 juta. Anggaran lain berasal dari memperbaharui kabin ke standar VIP senilai EUR 288 juta, dan sistem bela diri EUR 229 juta.

Sistem bela diri harus mencakup integrasi sistem Large Aircraft Infrared Counter-Measure (LAIRCM) guna melindungi pesawat dari serangan rudal.

Menurut rencana, pesawat pertama akan dikirim pada pertengahan 2020, diikuti dua sisanya pada 2022.

Pembelian pesawat Airbus A350-900 dilakukan Kemhan Jerman untuk menggantikan dua Luftwaffe A340-300 yang saat ini digunakan.

Dengan tiga pesawat ini akan meningkatkan kesiapan armada Kemhan. Sampai saat ini Kemhan Jerman hanya mengandalkan satu dari dua A340 yang tersedia.

Perdebatan untuk membeli pesawat baru bagi pemerintah Jerman mengemuka sejak November 2018.

Ketika itu Kanselir Angela Merkel hampir dipaksa menyerah untuk menghadiri pertemuan puncak G20 di Buenos Aires, Argentina.

Pesawat resmi yang seharusnya membawanya ke Argentina, A340 VIP “Konrad Adenauer””, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Cologne setelah kotak distribusi elektronik bermasalah yang menyebabkan beberapa sistem, termasuk komunikasi, berhenti total.

Karena harus menghadiri pertemuan penting, Kanselir akhirnya menumpang penerbangan komersial dari Madrid ke Argentina.

Kanselir Jerman bukan satu-satunya pejabat yang pernah bermasalah dengan pesawat pemerintah.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Menteri Luar Negeri Heiko Maas, dan Menteri Pembangunan Gerd Mueller, juga terkena dampak dari penundaan penerbangan karena tidak siapnya pesawat pemerintah.

Pada Januari lalu, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Ethiopia dengan penundaan tiga jam setelah pesawatnya mengalami masalah teknis di Berlin sebelum lepas landas.

Masih Januari, Menteri Pembangunan Gerd Müller harus membatalkan perjalanan ke Namibia selama turnya di Afrika karena kerusakan pesawatnya.

Akhirnya awal bulan Maret 2019, Menlu Jerman Heiko Maas terdampar di Mali karena kerusakan Airbus A319, yang juga armada milik pemerintah.

Sebelumnya pada 2015, Merkel terpaksa terbang ke India dengan pesawat C-130 Hercules militer karena tidak tersedianya pesawat VIP.

Dua pesawat Luftwaffe A340 yang digunakan saat ini dan menjadi tulang punggung mobilisasi pemerintah Jerman, sesungguhnya pesawat bekas Lufthansa yang dibeli 2011.

Pesawat kemudian dimodifikasi sesuai standar pemerintah dengan menambahkan sistem komunikasi aman dan antirudal. Semua pekerjaan ini menghabiskan sekitar EUR 740 juta.

Semoga saja dengan kedatangan Airbus A350-900, perjalanan udara para pemimpin Jerman akan jauh lebih lancar dan aman.

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: