MYLESAT.COM – Teheran sudah beberapa kali memperingatkan Pentagon untuk tidak membiarkan pesawatnya melanggar wilayah udaranya. Iran akan merespon tanpa pandang bulu. Reaksi atau ancaman ini dikeluarkan Teheran, menyusul pengerahan pembom B-52H Strotofortress Angkatan Udara AS di Kawasan.
Sebelumnya diberitakan, Kamis (10/12), Pentagon mengerahkan sepasang pembom strategis B-52H ke Timur Tengah. Oleh pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya, menyebutkan bahwa penerbangan itu sebagai “pesan langsung” untuk Iran.
Ancaman Teheran ini pernah dibuktikan dengan menembak jatuh drone mata-mata AS di atas Selat Hormuz pada Juni 2019.
“Iran akan bereaksi keras terhadap pelanggaran sekecil apa pun di wilayah udaranya,” ujar Brigjen Qader Rahimzadeh, wakil komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia.
Ia memberi tahu mitranya di AS bahwa kemampuan pengawasan udara Iran mampu untuk memantau seluruh gerakan di wilayahnya. Termasuk pembom AS yang baru-baru ini dikerahkan Pentagon untuk menerbangkan misi 150 km dari perbatasan Iran.
Pada Kamis lalu, Washington mengumumkan pengerahan dua pembom strategis B-52H Stratofortress dari Lanud Barksdale di Louisiana ke Timur Tengah dalam misi selama 36 jam.
B-52 dikatakan telah terbang di atas Arab Saudi, Bahrain dan Qatar selama operasi. Penerbangannya secara eksplisit digambarkan sebagai “direct message of deterrence” ke Iran. Jet tempur Saudi, Bahrain, dan Qatar dilaporkan terbang bersama B-52 selama sebagian penerbangan.