MYLESAT.COM – Pada 22 Desember lalu, Angkatan Udara Bela Diri Jepang berhasil menyelesaikan penerbangan pertama pesawat angkut Kawasaki C-2 setelah keluar dari jalur produksi.
Pesawat C-2 rakitan baru dengan nomor seri 213, telah diluncurkan pada penerbangan perdananya di Pusat Uji Penerbangan Angkatan Udara Bela Diri Jepang di Gifu Air Air Field.
Baca Juga:
Pengintai Canggih, Jepang Terima Spy Plane Kawasaki RC-2 yang Usung Teknologi Radio Toshiba
Pesawat angkut Kawasaki C-2 nomor 213 merupakan pesawat ke-13 yang ada saat ini di armada Angkatan Udara Jepang.
Pesawat produksi serial pertama dikirim pada Juni 2016. Penerbangan pertama dari prototipe ketiga berlangsung pada Mei 2016. Sejak saat itu dibangun 6 pesawat baru.
Menurut Kawasaki Heavy Industries, C-2 digunakan dalam situasi taktis untuk memainkan berbagai peran seperti kerjasama internasional dan operasi bantuan darurat.
Pesawat mampu mengangkut pasukan, menurunkan persediaan dan melakukan evakuasi medis pada siang dan malam hari, bahkan di lingkungan yang tidak bersahabat.
Sebanyak 40 pesawat direncanakan akan dikirimkan.
Kawasaki C-2 yang menggunakan dua mesin turbofan, adalah pesawat angkut militer yang dikembangkan dan diproduksi Kawasaki Aerospace Company.
Pada Juni 2016, C-2 secara resmi memasuki dinas resmi di Angkatan Udara Jepang. Jepang berupaya untuk bisa menjual C-2 ke Selandia Baru dan Uni Emirat Arab.
Bagi Jepang sendiri, Kawasaki C-2 akan menggantikan pendahlunya Kawasaki C-1 yang telah beroperasi sejak 1970-an.