Sekalipun Bermasalah, Myanmar Dilaporkan Pesan Sistem Hanud Pantsir-S1 dari Rusia

0

MYLESAT.COM – Media pemerintah Rusia melaporkan pada Jumat (22/1) bahwa Angkatan Bersenjata Myanmar telah memesan sistem pertahanan udara Pantsir-S1 (NATO: SA-22 Greyhound) yang pernah begitu menakutkan dan tangguh.

Kantor berita Rusia, TASS mengatakan, perjanjian itu diteken dalam sebuah upacara yang dihadiri Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, yang berada di Myanmar untuk kunjungan resmi.

Turut hadir Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Min Aung Hlaing. Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin menandatangani perjanjian untuk Rusia.

Sistem rudal permukaan ke udara (SAM) Pantsir-S1 adalah kompleks pertahanan udara titik utama Rusia yang telah banyak dikritik dalam beberapa tahun terakhir.

Sistem Pantsir-S1 yang dipasang di truk dilengkapi rudal permukaan ke udara jarak pendek dan meriam otomatis 30mm. Sistem ini dirancang untuk mempertahankan instalasi darat terhadap berbagai senjata termasuk pesawat dan helikopter, rudal balistik dan jelajah, amunisi presisi berpemandu dan kendaraan udara tak berawak.

Menurut Proyek Pertahanan Rudal CSIS, sistem dasar Pantsir dapat menembak pesawat pada jarak maksimum 20 km dan ketinggian 10 km.

Rudal jelajah subsonik pada jarak 12 km dan ketinggian 6 km, dan rudal berkecepatan tinggi darat ke udara pada jarak 7 km dan ketinggian 6 km.

Namun, pengalaman tempur nyata di Suriah, Yaman dan Libya menunjukkan bahwa Pantsir tidak dapat mengatasi target seperti pesawat tak berawak Bayraktar TB2 Turki.

Setidaknya delapan sistem rudal Pantsir-S1 dan sistem pertahanan lainnya hancur dalam penembakan di provinsi Idlib Suriah, dikutip dari pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tahun lalu.

Selain itu, pada awal Mei 2019, sumber di Kementerian Pertahanan Federasi Rusia yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa Angkatan Darat dan Angkatan Laut Rusia tidak puas dengan Pantsir dan mencari sistem pertahanan udara yang benar-benar baru.

Share.

About Author

Leave A Reply