Pesawat CN295 TNI AU Kembali Semai Garam Hari Ini untuk Cegah Hujan Besar di Jabodetabek

0

MYLESAT.COM РTNI Angkatan Udara kembali menerbangkan pesawat CN295 yang mengangkut Nacl Powder (Garam) sebanyak dua sorti. Misi penerbangan pada Kamis (25/2) ini melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna meminimalisir dan mengurangi intensitas curah hujan tinggi yang dapat berpotensi menyebabkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 

Hari ini dilaksanakan penerbangan sebanyak dua sorti menggunakan pesawat CN295 dari Skadron Udara 2.

Pada setiap sorti masing-masing membawa 2.000 kg Nacl Powder dan menebarnya di ketinggian 12.000 kaki.

Memasuki hari kelima operasi pengendalian curah hujan ini, TNI AU bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Tim berupaya melakukan modifikasi cuaca di Ibu Kota dan sekitarnya.

Saat ini titik fokus penyemaian garam berada di daerah pantai timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon sampai ke perairan selatan Provinsi Banten.

Kepala Koordinator Lapangan Tim BPPT Ir. Dwipa Wirawan Soejoed, M.Sc., mengatakan, sesuai perkiraan dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi curah hujan yang insensitasnya tinggi di wilayah Jabodetabek.

Kontainer khusus modifikasi cuaca yang dibuat Koharmatau, dimasukkan ke dalam pesawat CN295. Foto: Dispenau

“Sepanjang pengawasan kami pagi ini, terjadi perubahan arah angin dan peningkatan kecepatan arah angin yang bergerak dari barat laut menuju tenggara sehingga dikhawatirkan akan memasuki wilayah Jabodetabek, untuk itu Tim TNI AU dan Tim BPPT menyiapkan dua sorti penerbangan untuk menghalau awan-awan tersebut agar jatuh hujan di wilayah sebelum memasuki Jabodetabek,” ujar Kakorlap Tim BPPT.

Kakorlap Tim BPPT menyampaikan, sedikit kendala yang dihadapi ada peningkatan kecepatan angin yang dirasakan dari pagi.

BMKG memperkirakan kecepatan angin bisa mencapai 35 knot. Hal ini diakibatkan adanya pusat tekanan rendah dan saat ini tepat di bawah Provinsi Jawa Barat. Kondisi ini menarik massa udara dari laut Jawa bahkan dari perairan Lampung melintasi Provinsi Jawa Barat dan Banten.

“Untuk itu kami berupaya melakukan penyemaian sehingga hujan dengan intensitas tinggi tidak terjadi di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Share.

About Author

Leave A Reply