Letkol Laut (P) Heri Oktavian: “Saya Ingin Membuat Buku 40 Tahun Pengabdian KRI Nanggala-402”

0

MYLESAT.COM – Memasuki hari ketiga, ucapan doa dan dukungan moril berseliweran di WAG untuk seluruh personel TNI AL yang ada di dalam kapal selam KRI Nanggala-402. Apalagi ketika itu ditambahkan penjelasan bahwa oksigen yang tersisa hanya sampai besok (Sabtu, 24/04/2021) pukul 3 dini hari. Sesak di dada membacanya.

Saya masih teringat pertemuan terakhir dengan Letkol Laut (P) Heri Oktavian di hotel minimalis Sawana Suites yang berada di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Sore itu, Sabtu, 27 Maret 2021, kami janjian bertemu untuk bersama-sama menjumpai seorang teman di Jonggol, Jawa Barat.

Rupanya hujan terus menyertai perjalanan kami dari Jakarta hingga ke daerah tujuan di Jonggol. Karena hujan cukup deras dan menimbulkan genangan di beberapa ruas jalan, mengakibatkan kemacetan parah.

Letkol Laut (P) Heri Oktavian bersama kru kapal selam KRI Nanggala menyanyikan lagu “Sampai Jumpa”. Potongan gambar diambil dari video di akun Instagram @erixsoekamti.

Alhasil saya dan Mas Heri batal menemui teman di rumahnya, karena kondisi jalan yang cukup ‘kusut’. Kami memutuskan balik kanan, kembali ke Pejompongan. “Sudah jauh-jauh dari Surabaya, jadinya begini,” ucap Mas Heri sedikit kesal.

Di sepanjang perjalanan, Mas Heri ngobrol banyak tentang kapal selam sambil memberikan sebuah topi dengan tulisan KRI Nanggala-402. Termasuk pendidikan setingkat Seskoal yang dijalaninya di Jerman. Yaitu Sekolah Komando dan Staf Internasional di Hamburg Jerman yang dikenal dengan Fuehrungsakademie der Bundeswehr selama dua tahun.

Beberapa ceritanya lebih seperti curhatan atas ketidaksetujuannya melihat situasi. Beberapa cerita diselipkannya pengalaman bersama kapal selam KRI Nanggala-402. “Pernah AC-nya mati, wah itu tersiksa sekali,” ujarnya senyum tipis.

Letkol Laut (P) Heri Oktavian adalah lulusan Akademi Angkatan Laut 2002. Ia pernah menjabat sebagai komandan Sekolah Awak Kapal Selam (Dansekasel) di Pusat Pendidikan Khusus sejak November 2019.

Kemudian pria bertubuh tinggi ini dilantik menjadi komandan KRI Nanggala pada April 2020. KRI Nanggala-402 merupakan satu dari 5 kapal selam yang dimiliki TNI AL.

KRI Nanggala yang dinahkodai Letkol (P) Heri Oktavian dibuat di Jerman tahun 1978 di galangan Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) di Kiel, Jerman Barat yang kemudian diakuisisi ThyssenKrupp Marine System (TKMS) sebagai Holding Company.

KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam Type 209/1300 yang dipesan pemerintah Indonesia pada 1977 dan aktif digunakan pada 1981. Kapal ini memiliki kembaran KRI Cakra-401.

Pembuatan kapal dimulai Maret 1978 dan diserahkan kepada Indonesia pada 6 Juli 1981.

KRI Nanggala pertama kali diperlihatkan kepada publik saat peringatan HUT TNI ke-36, 5 Oktober 1981. Penggunaannya diresmikan Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima ABRI Jenderal TNI Mohammad Jusuf pada 21 Oktober 1981 di Dermaga Ujung Surabaya.

Pertemuan sore hingga menjelang malam itu merupakan kelanjutan dari diskusi kami di WA. Kepada saya, Mas Heri menyampaikan niatannya untuk membuat buku pengabdian KRI Nanggala-402 sejak pembuatan hingga beroperasi hari ini.

“Oktober besok 40 tahun Mas, saya ingin memberikan sesuatu yang bisa dikenang dari Nanggala,” ungkapnya. Menurut Heri, ia ingin memberikan sesuatu yang berarti dan bisa dipakai sepanjang masa, tidak sekadar seremoni perayaan 40 tahun KRI Nanggala. Dari situlah terbersit keinginannya untuk membuat buku.

Mungkin nara sumber bisa ditemui. Namun menurutnya kru angkatan pertama KRI Nanggala atau yang membawa dari Jerman, sudah banyak yang meninggal. Sedangkan untuk generasi berikutnya, beberapa di antaranya saat ini menjadi perwira tinggi TNI AL.

Rencana Mas Heri untuk menerbitkan buku memang masih terlalu pagi. Belum sempat kami mendiskusikan outline buku, mengumpulkan data yang cukup terbatas, dan foto-foto tentunya.

“Saya sudah hubungi TKMS di Jerman, mereka pun juga tidak menyimpan foto-fotonya, khususnya saat pembuatan” ungkap Heri.

Namun Mas Heri semangat, sangat berharap buku ini bisa diterbitkan. Karena itu ia mengatakan akan bisa lebih intens bertemu saya di Jakarta, karena pada Juni nanti ia akan mengikuti pendidikan penyetaraan di Seskoal.

“Karena saya Sesko Jerman, jadi ada aturan untuk mengikuti pendidikan penyetaraan agar nge-link dengan pendidikan di Seskoal,” jelasnya.

Sekilah Mas Heri menceritakan pengabdian yang pernah dilaksanakan KRI Nanggala-402. Seperti ke Timtim saat fase jajak pendapat dan pernah meluncurkan torpedo.

Dalam mendukung tradisi pembaretan untuk warga kehormatan Hiu Kencana, KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam yang paling banyak melaksanakannya.

Topi KRI Nanggala-402 pemberian Letkol Heri Oktavian untuk saya. Foto: mylesat.com

Sebanyak 70 Warga Kehormatan Hiu Kencana pernah merasakan penyelaman bersama KRI Nanggala-402. Prestasinya diimbangi kembarannya KRI Cakra-401 yang melaksanakan untuk 57 Warga Kehormatan Hiu Kencana.

Penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari TNI AL khususnya Satuan Kapal Selam kepada pejabat tinggi negara, TNI, dan Polri, tokoh nasional, dan warga masyarakat yang telah memiliki jasa, perhatian, perjuangan maupun pengorbanan untuk kejayaan TNI AL. Utamanya berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam baik secara langsung maupun tidak langsung.

Brevet Hiu Kencana merupakan simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam dalam taktik dan teknik peperangan bawah permukaan laut, yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan jiwa korsa bagi para pemakainya.

Dengan menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana, seseorang dinyatakan sah menjadi keluarga besar kapal selam TNI AL. Penyamatan biasanya dilaksanakan di kedalaman 30 meter.

Seperti motto yang digenggam erat oleh segenap kru kapal selam TNI AL, begitulah para pelaut ini mengabdikan diri dan hidupnya untuk Indonesia. Wira Ananta Rudira: Tabah Sampai Akhir….

Hujan masih mengguyur Jakarta hingga kami kembali tiba di hotel. Karena ruang tamu hotel minimalis itu penuh, Mas Heri mengajak saya ngobrol ke kamarnya.

Sebuah sajadah terlipat di meja kamarnya.

Daftar nama awak (terakhir) KRI Nanggala-402
1. Letkol Laut (P) Heri Oktavian
2. Mayor Laut (P) Eko Firmanto
3. Mayor Laut (T) Wisnu Subiyantoro
4. Kapten Laut (E) Yohanes Heri
5. Kapten Laut (P) I Gede Kartika
6. Lettu Laut (P) Muhadi
7. Lettu Laut (P) Ady Sonata
8. Lettu Laut (P) Imam Adi
9. Lettu Laut (T) Anang Sutriatno
10. Letda Laut (E) Adhi Laksmono
11. Letda Laut (P) Munawir
12. Letda Laut (T) Rhesa Tri
13. Letda Laut (T) Rintoni
14. Letda Laut (P) M Susanto
15. Serka Bah Ruswanto
16. Sertu Bah Yoto Eki Setiawan
17. Sertu Ttu Ardi Ardiansyah
18. Sertu Kom Achmad Faisal
19. Sertu Kom Willy Ridwan Santoso
20. Sertu Eko M Rusdiyansyah
21. Sertu Eki Ryan Yogie Pratama
22. Sertu Mes Dedi Hari Susilo
23. Serda Bah Bambang Priyanto
24. Serda Kom Purwanto
25. Serda Kom Eko Prasetiyo
26. Serda Ttu Harmanto
27. Serda Ttu Lutfi Anang
28. Serda Atf Dwi Nugroho
29. Serda Ede Pandu Yudha Kusuma
30. Serda Eta Misnari
31. Serda Saa Setyo Wawan
32. Serda Lis Hendro Purwoto
33. Serda Mes Guntur Ari Prasetyo
34. Serda Lis Diyut Subandriyo
35. Serda Lis Wawan Hermanto
36. Serda Lis Syahwi Mapala
37. Serda Lis Wahyu Adiyas
38. Serda Lis Edi Wibowo
39. Kopda Eta Kharisma D.B
40. Kopda Tlg Nugroho Putranto
41. Kopda Mes Khoirul Faizin
42. Kopda Trb Maryono
43. KLK Eta Roni Effendi
44. KLK Eta Distriyan Andy P
45. KLS Isy Raditaka Margiansyah
46. KLS Isy Gunadi Fajar R
47. KLS Nav Denny Richi Sambudi
48. KLS Mes Muh Faqihudin Munir
49. KLS Nav Edy Siswanto
50. Kolonel Laut (P) Harry Setyawan (Non ABK)
51. Letkol Laut (E) Irfan Suri (Non ABK)
52. Mayor Laut (E) Whilly (Non ABK)
53. Suheri –PNS (Non ABK).

Share.

About Author

Leave A Reply