Dikunjungi KSAU, Skadik 302 Jadi yang Pertama Adopsi Teknologi Virtual Maintenance Training

0

MYLESAT.COM – Sebelum meninggalkan Kota Bandung dalam kunjungan kerjanya pada Jumat (21/5/2021), KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyempatkan untuk meninjau Skadron Pendidikan (Skadik) 302, Lanud Husein Sastranegara.

Skadik 302 berada di bawah Wing Pendidikan Teknik disingkat (Wingdiktek). Wingdiktek adalah satuan pelaksana Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara yang mempunyai tugas menyelenggarakan dan melaksanakan pendidikan kecabangan/ kejuruan Teknik dan Pembekalan TNI Angkatan Udara.

Sebelumnya satuan ini bernama Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan. Mako Wingdiktekkal berkedudukan di Kalijati, Jawa Barat.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo menyimak proses belajar didampingi Komandan Wingdiktek Kolonel Tek Videon Nugroho S., S.T. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Saat ini berdasarkan Instruksi Kasau Nomor Ins/1/II/2018, tanggal 22 Februari 2018, Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan (Wingdiktekkal) dilikuidasi dan dipisah menjadi Wing Pendidikan Teknik (Wingdiktek) dan Wing Pendidikan Pembekalan (Wingdikkal).

Pada tahun 1998, organisasi Wingdiktekkla mengalami perubahan:

  • Sekolah Dasar Kecabangan Perwira Teknik berubah menjadi Skadik 301
  • Sekolah Motor dan BMSC berubah menjadi Skadik 302
  • Sekolah Listrik Instumen (Selismen)/GSE dan Sekolah Senjata/Alkat berubah menjadi Skadik 303
  • Sekolah Pembekalan/Dukungan Angkutan (Sekal/Dukang) berubah menjadi Skadik 304.

Menurut informasi yang mylesat.com dapatkan di Skadik 302, Skadik ini khusus mendidik bintara dan tamtama teknik. Sementara perwira di Skadik 301.

Mayor Yohanes meminta salah seorang siswa untuk mengajukan pertanyaan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Perwira itu pendikan general untuk bisa ke pesawat apa saja, sedangkan bintara dijuruskan dan tamtama juga ada sendiri. Bintara itu ada spesialis turbo engine, jet engine, ejection seat dan sebagainya,” jelas Mayor Tek Priyono selaku Kasiops Skadik 302.

Menurutnya hasil didikan Skadik 302 akan menjadi tamtama dan bintara teknik di Depo Pemeliharaan 10, 30, dan 80 atau di skadron udara. Sementara untuk Depo-Depo lainnya di bawah Koharmatau, mendapat masukan dari Skadik yang lain.

Sesuatu yang menarik dan luar biasa di Skadik 302 saat ini, adalah sudah tersedianya fasilitas pembelajaran virtual. Aplikasi teknologi informasi betul-betul mempermudah semua proses belajar.

Tidak harus membolak-balik buku lagi seperti zaman dulu, tapi cukup dengan mengisi kolom search, apa yang diinginkan pun akan ditampilkan. Termasuk secara 3 dimensi.

Saat ini di Skadik 302 tersedia ruang belajar VMT (Virtual Maintenance Training) untuk pesawat pesawat C-130 Hercules, F-16 Fighting Falcon, dan helikopter EC725 Caracal.

KSAU memperhatikan saat Asrena KSAU Marsda TNI Andyawan mencoba pembongkaran mesin F-16 menggunakan virtual reality (VR). Foto: beny adrian/ mylesat.com

KSAU terlihat serius mendengarkan saat instruktur Mayor Yohanes menyampaikan materi teknik pesawat tempur F-16 kepada para siswa bintara dalam bahasa Inggris.

“VMT sementara yang punya baru Skadik 302. Pun baru tiga jenis pesawat, mungkin semacam percontohan,” kata Mayor Priyono.

Modernisasi dan digitalisasi alat belajar ini merupakan program yang baru dijalankan TNI AU beberapa waktu yang lalu. Untuk VMT C-130, mulai digunakan sejak 2019. Sementara EC725 dan F-16 di tahun 2020.

Di antara keunggulan sistem ini adalah mampu menampilkan materi secara 3 dimensi, memperlihatkan sistem aliran mesin di video, menyiapkan manual book dalam bentuk PDF serta tersedianya fitur remove install.

Di ruang VMT F-16, kepada KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo diperlihatkan pembongkaran dan pengenalan mesin F-16 menggunakan virtual reality (VR) headset. Layaknya main game.

Menurut Priyono, sistem VMT sangat mempermudah proses pembelajaran. Tidak perlu lagi membuka bubuk. Cukup menonton video yang menampilkan cara kerja sebuah sistem mesin dan membantu siswa seolah-olah belajar di pesawat sesungguhnya.

Siswa yang mengikuti pendidikan di Skadik 302, merupakan prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan dasar bintara di Lanud Adi Sumarmo, Solo. Setelah itu mereka mengikuti Sekolah Bahasa Inggris Teknik (SBIT) selama enam bulan di Lanud Sulaiman, Bandung.

KSAU memasuki ruang VMT EC725 Skadik 302. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Enam bulan berikutnya dihabiskan untuk memperdalam ilmu teknik di Skadik 302 dilanjutkan spesialisasi.

Sebelum para bintara dan tamtama ini menerima penempatan di skadron atau depo, mereka akan mengikuti Latihan Kerja guna mendapatkan suasana sesungguhnya di medan pengabdian.

Menurut informasi yang diperoleh mylesat.com, boleh jadi kunjungan mendadak Marsekal Fadjar ini merupakan yang kedatangan pertama KSAU di Skadik 302.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply