Hybrid Air Vehicles Tawarkan Sensasi Terbang dengan Airship Terbesar yang Dinamakan Airlander 10

0

MYLESAT.COM – Impian manusia untuk terbang sudah sangat jauh melampaui apa yang dibayangkan oleh Wright Bersaudara. Hybrid Air Vehicles (HAV) mengatakan bahwa balon udara Airlander 10 yang mereka buat siap mengangkut 100 penumpang pada layanan maskapai regional mulai 2025.

Airlander 10 yang menggunakan tenaga hybrid-electric ini dikembangkan dari balon udara dengan konsep yang jauh lebih nyaman dan mewah. Bisa digunakan untuk penerbangan wisata yang menjanjikan kemewahan dan ruang pandang yang luas. Atau dioperasikan sebagai maskapai regional jarak dekat antar kota.

Perusahaan yang berbasis di Inggris ini mengatakan bahwa Airlander 10 akan dapat mendukung rute penerbangan pada jarak hingga 230 nm.

Namun dengan kecepatan tertinggi sekitar 75 knot, Airlander 10 akan jauh lebih lambat daripada pesawat konvensional. Namun demikian HAV percaya bahwa “kelemahan” itu sebaliknnya bisa menjadi nilai kompetitif dengan menawarkan penumpang pengalaman yang berbeda.

Penumpang tidka lagi harus berangkat ke bandara untuk boarding. Tapi bisa langsung dari poin yang ditentukan dari satu lokasi pusat kota ke lokasi lain. Bisa juga dari tepi laut, dermaga atau permukaan datar di darat.

Dalam beberapa kasus, HAV mengatakan, Airlander 10 akan menghasilkan emisi CO2 75 persen lebih rendah daripada sarana transportasi alternatif. Perusahaan ini menawarkan versi all-electric dari pesawat pada tahun 2030.

Airlander menampilkan balon (outer hull fabric) dengan helium yang memberikan daya angkat, struktur komposit, dan dua mesin diesel yang menggerakkan sepasang propulsor listrik 500 kW.

Collins Aerospace adalah mitra utama HAV untuk sistem propulsi, dan departemen teknik kedirgantaraan Universitas Nottingham juga terlibat dalam program ini.

Dalam dirilis pada Mei, HAV menunjukkan bagaimana jejak lingkungan (environmental footprint) Airlander jauh lebih rendah daripada pesawat dan mobil saat ini. Bahkan dapat menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) lebih rendah per penumpang daripada layanan kereta api.

Misalnya, penerbangan 112 nm dari pusat kota Seattle ke Vancouver dengan Airlander 10, akan memakan waktu empat jam 12 menit, menghasilkan 4,61 kg CO2 per penumpang. Memungkinkan transfer bandara dan proses check-in dan keamanan yang panjang.

Namun perjalanan yang sama melalui maskapai saat ini akan memakan waktu tiga jam enam menit, tetapi akan menghasilkan emisi CO2 sebesar 53,15 kg per penumpang.

Contoh lain datang dari Skandinavia di mana pemerintah meluncurkan kebijakan yang dimaksudkan untuk mengurangi jejak karbon dari perjalanan udara. HAV mengatakan Airlander 10 dapat melakukan perjalanan 230 nm dari pusat ibukota Norwegia, Oslo, ke Stockholm di Swedia dalam enam jam dan 33 menit.

Secara signifikan lebih lama daripada perjalanan tiga jam 49 menit, tetapi dengan hanya 4,58 kg CO2 per penumpang dibandingkan 64,28 kg untuk penerbangan maskapai.

Penggunaan bahan bakar juga sangat sedikit, hanya 10 persen bahan bakar dari penggunaan helikopter dan 25 persen dari pesawat terbang.

Hybrid Air Vehicles menjanjikan pengalaman terbang dengan Airlander 10 yang luar biasa. Jendela lebar memanjakan mata penumpang untuk melihat apapun yang dilalui Airlander 10. Foto: HAV

Pasangan kota potensial lainnya yang menjanjikan adalah Barcelona di timur laut Spanyol ke Palma di pulau Mediterania Mallorca. Juga Liverpool di daratan utama Inggris ke ibu kota Irlandia Utara Belfast, adalah rute lain yang memungkinkan di mana pesawat akan jauh lebih cepat daripada feri dan tidak jauh lebih lambat dari layanan maskapai.

“Selama beberapa dekade, terbang dari A ke B berarti duduk di tabung logam dengan jendela kecil, suatu keharusan tetapi tidak selalu menyenangkan,” kata George Land, direktur pengembangan bisnis komersial HAV.

“Di Airlander, seluruh pengalaman menyenangkan, bahkan menyenangkan,” ungkapnya berpromosi.

Menurut penelitian yang dilakukan kelompok industri Inggris Aerospace, Defense and Space, sekitar 47 persen penerbangan maskapai regional lebih pendek dari 200 nm.

Kepala eksekutif HAV Tom Grundy mengatakan kepada median online AIN bahwa, Airlander dapat memberikan alternatif yang layak untuk pesawat turboprop dan jet. Juga kereta api, yang infrastrukturnya terbukti mahal dan di beberapa lokasi kemungkinan tidak akan pernah tersedia.

HAV telah mengembangkan Airlander untuk berbagai aplikasi lain. Di antaranya platform pengawasan untuk militer dan lembaga pemerintah, termasuk program Long-Endurance Multi-Intelligence Vehicle (LEMV) Angkatan Darat AS yang sekarang ditinggalkan.

Program itu mengalami kemunduran pada November 2017 ketika prototipe sebelumnya dihancurkan setelah terlepas dari tiang tambatan.

Perusahaan sekarang mengharapkan untuk memulai proses sertifikasi sipil akhir tahun ini dan memiliki tiga pesawat yang digunakan dalam penerbangan uji pada 2023.

Grundy mengatakan telah mengumpulkan dana 196 juta dolar AS dan perlu meningkatkan jumlah yang sama lagi untuk mendapatkan Airlander 10 mulai diproduksi.

Di sejumlah situs dijelaskan bahwa wahana hibrida ini dapat bertahan di udara selama lima hari atau lebih. Ukuran Airlander 10 juga disebutkan sekitar 25 persen lebih besar dari Boeing 747.

Share.

About Author

Leave A Reply