Saatnya Drone Jadi Tanker, Boeing MQ-25 Stingray Berhasil Transfer Bahan Bakar ke Super Hornet US Navy

0

MYLESAT.COM – Ketika sebagian negara masih berdebat soal perlu tidaknya pesawat tanpa awak (drone), beberapa negara maju seperti Amerika Serikat justru sudah melangkah jauh. Drone dimanfaatkan untuk berbagai keperluan militer. Terakhir, Boeing berhasil menguji kemampuannya sebagai pesawat tanker. Awesome…..

Seperti pada 4 Juni 2021, Boeing dan tim Angkatan Laut AS (US Navy) yang mengembangkan pesawat tanker tanpa awak MQ-25 Stingray, berhasil melewati tonggak penting pengembangan.

Dilaporkan bahwa Stingray yang sudah dimodifikasi ini, berhasil melaksanakan uji pengiriman bahan bakar di udara untuk pertama kali ke pesawat penerima Boeing F/A-18F Super Hornet.

Super Hornet milik Angkatan Laut AS (US Navy) berasal dari Naval Air Systems Command’s Strike Test Directorate (VX-23). Beberapa formasi dilakukan dengan MQ-25 sebelum terlibat dengan Aerial Refueling Store (ARS) yang dibawa MQ-25.

Bahan bakar ditransfer pada kecepatan udara dan ketinggian yang relevan secara operasional.

“Penerbangan ini meletakkan dasar untuk integrasi ke dalam lingkungan kapal induk, memungkinkan kemampuan yang lebih besar terhadap konsep tim berawak-tak berawak,” kata Laksma Brian Corey. Laksamana ini bertanggugn jawab mengawasi Program Executive Office untuk Aviation and Strike Weapons.

“MQ-25 akan sangat meningkatkan jangkauan dan daya tahan wing kapal induk masa depan,” ujarnya.

“Ini adalah misi kami, sebuah pesawat tak berawak yang membebaskan pesawat tempur kami dari peran tanker, dan memberikan Carrier Air Wing jangkauan, fleksibilitas, dan kemampuan yang lebih besar,” tambah kapten Chad Reed, manajer kantor program Navy’s Unmanned Carrier Aviation (PMA-268).

“Melihat MQ-25 menjalankan misi utamanya hari ini, adalah momen yang signifikan bagi Angkatan Laut, menunjukkan kemajuan nyata dalam mewujudkan kemampuan MQ-25 untuk armada,” katanya.

Boeing menggunakan MQ-25 Stingray miliknya yang dikenal sebagai T1, terbang dari lokasi pengujian di Bandara MidAmerica di Mascoutah, Illinois.

T1 telah terbang sejak September 2019 dan telah melakukan 25 sorti, termasuk beberapa dengan ARS terpasang.

Data penting dikumpulkan selama penerbangan di bidang interaksi airwake, panduan dan kontrol. Berdasarkan analisis data, perubahan perangkat lunak dapat dimasukkan pada tahap awal pengujian jika diperlukan.

Dalam beberapa bulan mendatang, T1 akan terus menjalani uji mesin dan uji coba penerbangan ekspansi, memvalidasi hasil simulasi selama berjam-jam. Nanti di tahun ini, MQ-25 akan diangkut ke Norfolk, Virginia untuk selanjutnya dibawa ke kapal induk untuk uji coba penanganan dek.

T1 dibangun dengan biaya Boeing, tetapi perusahaan memiliki tujuh Stingray lainnya di bawah kontrak untuk uji coba Angkatan Laut AS.

Empat pesawat Engineering Development Model (EDM) dipesan sebagai bagian dari kontrak awal pada Agustus 2018, dan tiga System Demonstration Test Articles (SDTA) ditambahkan dalam modifikasi kontrak pada April 2020.

Perencanaan saat ini menyebutkan bahwa Angkatan Laut AS (US Navy) menerima 72 drone MQ-25A dengan entri layanan dijadwalkan tahun 2024.

Share.

About Author

Leave A Reply