Indonesian Air Force In Pictures, Soft Diplomacy TNI AU dalam Sebuah Buku: Satu Foto Seribu Makna

0

MYLESAT.COM – TNI Angkatan Udara adalah salah satu dari tiga cabang angkatan perang yang dimiliki TNI dengan tanggung jawab operasi terhadap pertahanan negara di udara sesuai perintah Panglima TNI. Angkatan perang ini hampir seumur Republik, yang lahir pada 9 April 1946.

Rakyat Indonesia sangatlah akrab dengan TNI AU. Tak lama setelah Indonesia merdeka, TNI AU yang ketika itu dinamakan AURI, sudah mulai melaksanakaan penerbangan menggunakan pesawat bekas Jepang, Yokosuka K5Y1 “Cureng”.

Pesawat ini untuk pertama kali melaksanakan test flight pada 27 Oktober 1945. Pesawat diterbangkan selama 30 menit oleh Agustinus Adisucipto didampingi Rudjito.

Momentum ini bisa disebut sebagai awal mula soft diplomacy TNI AU kepada rakyat Indonesia dan tentu saja kepada Pemerintah. Bahwa dengan semangat juang yang tidak pernah reda, dalam segala keterbatasannya saat itu, prajurit-prajurit TNI AU telah membuktikan kemampuannya dalam menyiapkan dan menerbangkan pesawat.

Pada dekade selanjutnya, kemajuan yang diraih TNI AU melejit dengan modernisasi besar-besaran alutsista dari Blok Timur. Pun kemudian pembelian dalam jumlah besar dari Amerika Serika dan Eropa.

Tahun berganti, politik pun bergulir. Kemajuan TNI AU berada dalam pusaran atmosfir Bangsa, yang terkadang membuatnya “low level” untuk selanjutnya terus menuju kemampuan terbaiknya.

Begitu pula saat ini. TNI AU selalu mengisi relung hati rakyat Indonesia. Setiap kali perayaan HUT TNI AU, warga masyarakat selalu berbondong-bondong untuk bisa menyaksikan dari dekat deretan pesawat yang dioperasikan TNI AU.

Begitu pula menonton manuver ciamik dari tim aerobatik. Bagian ini menjadi tontotan yang mahal sejak Indonesia tidak lagi menggelar airshow.

Hingga saat ini, TNI AU terus memodernisasi dan meningkatkan kemampuan alutsista yang dimiliki. Berbagai jenis pesawat telah dan akan terus memperkuat TNI AU di masa mendatang.

Di saat sekarang, soft diplomacy itu pun masih terus dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dengan meluncurkan buku “Indonesian Air Force In Pictures” pada saat HUT TNI AU 9 April 2021 di Mabes TNI AU Cilangkap.

KSAU menyerahkan buku Indonesian Air Force In Pictures kepada Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Buku full color setebal 160 halaman ini seperti mewakili pertanggungjawaban TNI AU kepada rakyat dengan menampilkan foto-foto terbaik berbagai jenis pesawat yang saat ini dioperasikan.

Redaksi mylesat.com yang sudah melihat buku ini mengakui kualitas yang ditampilkan. Baik dari sisi kualitas dan pemilihan foto, desain, dan serta ukurannya yang pas.

Siapapun yang melihat buku Indonesian Air Force In Pictures pasti akan terpesona. Karena tidak melulu menampilkan pesawat, juga keindahan alam Indonesia yang diwakili oleh beberapa ikon sebagai latar belakang foto.

Penentuan foto berkualitas dengan menggunakan ikon pariwisata sebagai latar foto, menjadi pilihan KSAU sendiri sebagai bentuk dukungan kepada program pariwisata Pemerintah. Sehingga siapapun yang membuka lembar demi lembar buku ini, akan menemukan keelokan Indonesia dari udara dan pesawat TNI AU di dalam satu bingkai.

Ibarat kata, satu foto seribu makna, betul-betul direalisasikan dalam buku ini.

Buku ini memang dibuat secara eksklusif untuk dijadikan cinderamata KSAU kepada pejabat atau tamu yang ditemui. Baik tamu dari mancanegara maupun dari kalangan pemerintahan.

Buku Indonesian Air Force In Pictures ini akan menjadi bawaan wajib KSAU jika berkunjung ke luar negeri atau bertemu dengan pejabat negara di Pemerintahan.

Bahkan tidak hanya oleh KSAU, Marsekal Fadjar juga menekankan kepada seluruh pejabat TNI AU yang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, wajib membawa buku ini.

“Saya perintahkan kepada seluruh pejabat yang ke luar negeri, wajib membawa buku ini untuk dijadikan cinderamata,” pungkas Marsekal Fadjar Prasetyo saat memberikan sambutan singkat pada peluncuran buku.

Menurut Marsekal Fadjar, pembuatan buku ini dilandasi keinginan untuk memberikan souvenir atau cinderamata dalam bentuk yang lain. Poinnya adalah, cinderamata yang diberikan hendaklah memberikan cakrawala tentang Indonesia, sebuah negeri yang begitu indah dan dijuluki zamrud khatulistiwa.

Dari situlah terbersit keinginan KSAU untuk membuat sebuah buku. Bisa memperlihatkan alutsista yang dioperasikan TNI AU. Namun lebih penting lagi, menunjukkan indahnya negara kepulauan melalui sebuah foto.

Menyebut di antara pejabat negara yang sudah menerima buku Indonesian Air Force In Pictures adalah, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menkopolhukam Mahfud MD, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, serta President Indonesia Flying Club Sigit Samsu dan Andi Tarigan.

Share.

About Author

Leave A Reply