Incaran TNI AU Juga, Angkatan Udara AS Terima Rudal AIM-9X Sidewinder ke 10.000

0

MYLESAT.COM – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) AS telah menerima rudal udara ke udara jarak pendek (SRAAM) AIM-9X Sidewinder ke 10.000. Jumlah yang wow banget.

Baca Juga: 

AIM-9X adalah program gabungan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS yang dipimpin oleh Angkatan Laut dengan Raytheon sebagai kontraktor utama. AIM merupakan akronim dari Air Intercept Missile.

Pengiriman salah satu rudal terlaris ini menandai tonggak penting dalam program AIM-9X Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS.

Rudal dikirim ke Air-to-Air Missiles Program Office (PMA-259), yang akan merayakan pencapaian tersebut bersama Raytheon akhir tahun ini.

SRAAM lebih canggih dari pendahulunya karena dapat menggunakan datalink, kemampuan manuver thrust vectoring, dan pencari infra merah canggih untuk mencapai target di belakang pesawat tempur yang diluncurkan.

Seperti pendahulunya, kemampuan first shot dan first kill AIM-9X Sidewinder semakin mematikan. Sistem thrust vectoring yang terhubung ke guidance fins memungkinkan rudal ini mengejar target yang sekalipun berbelok.

Radius putar AIM-9X mencapai 120 meter. Dengan kemampuan ini, saat penembakan pesawat peluncur tidak lagi harus melakukan manuver untuk menyesuaikan posisi dengan target. Cukup lepaskan rudal yang akan mengejar targetnya sendiri.

Rudal AIM-9X Block II adalah salah satu dari beberapa varian yang membentuk keluarga sistem senjata 5G Infra-red AIM-9X.

Raytheon merupakan kontraktor utama yang memproduksi rudal AIM-9X Sidewinder. Foto: Raytheon

Rudal ini menyelesaikan uji tembak pertamanya pada November 2008. Juga dikenal sebagai AIM-9X-2, rudal ini merupakan varian yang ditingkatkan dengan fitur penguncian setelah peluncuran.

Produksi penuh rudal udara ke udara AIM-9X Sidewinder Block II dimulai setelah persetujuan Angkatan Laut AS pada September 2015.

AIM-9X Sidewinder Block II adalah rudal udara ke udara jarak pendek yang leluhurnya sudah mulai beroperasi di Angkatan Laut AS pada 1956 dan kemudian diadopsi Angkatan Udara AS pada 1964.

Sejak itu Sidewinder terbukti meraih sukses. Baik di kancah pertempuran maupun dalam bisnis terkait penjualannya. Hampir semua negara yang mengoperasikan jet tempur buatan AS termasuk TNI AU, dipastikan memiliki rudal ini.

Uni Soviet memiliki rudal K-13 yang meurpakan salinan rekayasa dari AIM-9, juga diadopsi secara luas oleh sejumlah negara.

TNI AU disebutkan akan memiliki rudal multi misi canggih ini, seiring modernisasi armada F-16 Fighting Falcon. Seperti diketahui, TNI AU melaksanakan program Falcon STAR/ E-MLU untuk pesawat F-16A/B. Nantinya F-16AM/BM TNI AU akan mampu menggotong rudal udara ke udara AIM-9X Sidewinder dan AIM-120C AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile).

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply