MYLESAT.COM – Kementerian Pertahanan Sri Lanka telah menandatangani perjanjian senilai 50 juta dolar AS dengan Israel Aerospace Industries (IAI) untuk meningkatkan armada pesawat tempur Kfir. IAI akan menggantikan avionik dasar pesawat Kfir dengan avionik pesawat tempur generasi 4+.
Menurut Daily Financial Times, kontrak akan melibatkan modernisasi lima jet tempur Kfir dari Skadron No 10 Angkatan Udara Sri Lanka (SLAF).
Sebagaimana disepakati, IAI akan meningkatkan avionik dasar jet dengan avionik pesawat tempur generasi 4+ yang jauh lebih canggih untuk memungkinkan integrasi radar canggih, sensor, sistem komunikasi, dan helm baru.
Program ini juga akan mencakup transfer pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan personel Angkatan Udara Sri Lanka. Beberapa fasilitas lokal akan dilibatkan dengan proyek ini.
Kontrak akan segera direalisasikan setelah selesainya program peningkatan armada Kfir Angkatan Udara Kolombia.
Kfir adalah pesawat tempur supersonik multi-peran. Setelah Angkatan Udara Israel memensiunkan armada Kfir, IAI melakukan beberapa proyek peningkatan untuk meningkatkan kinerja operasionalnya.
“Saya bangga bahwa Kfir IAI telah dipilih oleh pelanggan di seluruh dunia, termasuk di AS dan sebagai jet tempur utama Angkatan Udara Kolombia,” ujar Wakil Presiden Eksekutif IAI dan Manajer Umum Grup Penerbangan IAI Yossi Melamed.
Israel Aircraft Industries (IAI) memproduksi Kfir dari basis pesawat tempur French Dassault Mirage 5. Kfir berarti anak singa dalam bahasa Hebrew. Pesawat menggunakan avionik Israel dan versi mesin turbojet General Electric J79 buatan Israel.
Angkatan Udara Sri Lanka mengakuisisi enam jet Kfir C.2 dan satu TC.2 pada 1995–1996. Sembilan pesawat selanjutnya ditambahkan ke inventaris pada 2005, termasuk empat C.2 dan empat C.7 diperoleh pada 2000.
Saat ini SLAF mengoperasikan dua TC.2, dua C.7 dan enam C.2 oleh No. 10 Skadron. SLAF menggunakan Kfir untuk menekan pemberontak LTTE selama Perang Saudara Sri Lanka di Sri Lanka.
Dua Kfir C.7 hancur di darat dalam serangan LTTE di pangkalan udara SLAF Katunayake, bagian dari Bandara Bandaranaike pada 24 Juli 2001. Tiga lainnya hilang dalam kecelakaan non-tempur selama periode Perang Saudara. Tidak ada yang hilang dalam pertempuran udara.
Pada Maret 2011, dua Kfir bertabrakan di udara saat sesi latihan arishow.
Pada 30 Juni 2021, diumumkan bahwa IAI akan meningkatkan lima Kfir Sri Lanka untuk kembali beroperasi dengan sistem dan sensor baru di bawah kontrak 50 juta.