Prediksi IATA, Pandemi Covid-19 Percepat Langkah Industri Terapkan Metode Pelatihan Digital

0

MYLESAT.COM – Pandemi Covid-19 mengubah pola di semua sektor, tak terkecuali dunia penerbangan. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan, kondisi ini memaksa industri penerbangan untuk beralih ke metode digital.

Menurut IATA, pandemi telah mendorong sebagian besar organisasi di seluruh industri penerbangan untuk mengalihkan kursus pembelajaran dan pengembangan staf mereka dari kelas konvensional ke metode digital.

Tren ini, djelaskan, tampaknya akan terus berlanjut dan berkembang pasca Covid-19.

“Survei terhadap 800 eksekutif sumber daya manusia mengungkap bahwa krisis Covid-19 mengakibatkan pemotongan besar anggaran pelatihan di hampir semua bisnis di sektor ini,” ujar Pjs. Wakil Presiden Produk dan Layanan Komersial IATA Frédéric Leger saat media briefing (8/7/2021).

Tidak kurang dari 70 persen responden melaporkan bahwa organisasi mereka telah menghapus atau memotong setengah anggaran pelatihan. Sementara 75 persen mengatakan perusahaan mereka telah membatalkan atau menunda semua pelatihan kelas hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Anggaran pembelajaran dan pengembangan (learning and development budgets) mengalami pemotongan secara global.

Namun organisasi sejenis di Timur Tengah dan Amerika paling kecil kemungkinannya untuk melaporkan penghapusan total anggaran.

Pemotongan telah terbukti sangat dalam di perusahaan penerbangan dengan kurang dari 50 karyawan.

Sebelas persen responden menegaskan bahwa mereka tidak memberikan program pengembangan keterampilan kepada karyawan.

“Pelatihan sedang dalam keadaan limbo,” kata Leger, saat menekankan perlunya keterampilan yang tepat. Leger menambahkan, karyawan baru dan karyawan yang kembali bekerja setelah sekian lama dirumahkan perlu mendapatkan pelatihan tambahan untuk memungkinkan mereka melakukan tugas tambahan atau tugas baru bahkan multitask.

Survei menunjukkan bahwa metode digital seperti e-learning, pembelajaran kelas virtual, webinar, dan pelatihan realitas virtual akan menjadi format yang disukai.

Meskipun dianggap penting di seluruh industri, e-learning akan memainkan peran terbesar dalam rencana pemulihan bandara, 88 persen di antaranya menempatkan e-learning sebagai metode pelatihan terpenting pertama atau kedua untuk pemulihan.

Ground handler memprediksi bahwa mereka akan meningkatkan proporsi pelatihan yang diberikan secara virtual. Tatap muka akan tetap menjadi metode pembelajaran penting untuk pelatihan khusus yang terkait keterampilan praktis.

Hanya saja pelatihan selama masa pandemi dan peralihan ke format virtual, datang dengan tantangan regulasi.

IATA, yang melatih 73.000 profesional pada 2020, mengubah sebagian besar pelatihannya menjadi virtual dalam jangka waktu singkat guna memastikan catatan pelatihan untuk seorang karyawan memenuhi persyaratan.

“Memang benar bahwa kami telah melakukan banyak pekerjaan advokasi dengan regulator untuk menjelaskan kepada mereka bahwa pelatihan virtual yang baik, dengan interaksi waktu nyata dengan pelatih, bisa seefisien pelatihan tatap muka,” kata Leger yang mengatakan bahwa industri sejauh ini bisa menerima metode itu.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply